GKR. Mangkubumi Resmikan Pendopo Kromoredjan Condongcatur dan Ruang Gamelan Sasono Gongso: Kayu Soko Guru dari Cepu, Pintu Gebyok dari Jepara

 GKR. Mangkubumi Resmikan Pendopo Kromoredjan Condongcatur dan Ruang Gamelan Sasono Gongso: Kayu Soko Guru dari Cepu, Pintu Gebyok dari Jepara

GKR. Mangkubumi menggunting pita rangkaian bunga Melati menandai peresmian Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu (3/1/2024). (Foto: Wasana)

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi meresmikan Pendopo Kalurahan Condongcatur dan Ruang Gamelan, Rabu 3 Januari 2024. Pendopo yang dinamai Pendopo Kromoredjan itu terlihat megah dan indah. Kayu jati untuk Soko Guru didatangkan dari Cepu dan Pintu Gebyok ukiran dari Jepara.

Pembangunan Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur (merangkai kayu pendopo) dimulai pada bulan Januari 2023 dan selesai pada bulan April 2023. Sedangkan  pembangunan ruang gamelan (Sasono Gongso) dimulai bulan Agustus 2023 dan selesai pada bulan Desember 2023.

Pendopo Kromoredjan  menggunakan Kayu Jati yang didatangkan langsung dari Cepu Jawa Tengah dengan konstruksi soko guru (4 tiang utama) ukuran 30 x 30 centimeter tinggi 5 meter. Sedangkan soko pinggir ukuran 20 x 20 cm dengan  tinggi 4 meter. Tumpangsari luar 5 dan tumpangsari dalam 9. Selanjutnya Pintu Gebyok ukir sampar putus dari Jepara sebanyak 5 set dan untuk ruang Gamelan, Pintu Papuro ukir 2 set, Jendela ukir 6 set.

Dalam peresmian ini dihadiri Wakil Bupati Sleman, Setda Kabupaten Sleman, Kepala Dinas PMK Sleman, Kepala BNN Sleman, Rektor UNY, Panewu Depok, Panewu Anom Depok beserta para kepala jawatan dan Muspika Kapanewon Depok, Pimpinan Bank, Pimpinan RS, BPKal Condongcatur, Pamong, Lembaga Kalurahan, Tokoh Agama, Tokoh Budaya, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, .M.IP dalam sambutan dan  laporannya yang pertama mengucapkan sugeng rawuh kepada GKR. Mangkubumi yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir di Kalurahan Condongcatur, merupakan kebahagiaan bagi lurah dan warga masyarakat Condongcatur.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur telah menyelesaikan dua (2) pekerjaan yang pertama pembangunan Pendopo dan yang selanjutnya adalah pembangunan Ruang Gamelan (Sasono Gongso). “Pendopo ini kami beri nama Kromoredjan yang terinspirasi dari nama Lurah pertama Condongcatur yaitu Simbah Kromoredjo sesuai Maklumat dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tanggal 26 Desember 1946 yang diperingati sebagai hari jadi Kalurahan Condongcatur dan saat ini merupakan hari jadi ke 77 Kalurahan Condongcatur,” papar Reno.

Baca Juga:  Kampanye Tolak Narkoba, Tim 10 Goweser Condongcatur Rencanakan Nyepeda ke Bali

Lebih lanjut, Reno menuturkan bahwa pembangunan pendopo Kalurahan Condongcatur menghabiskan anggaran dana sebesar Rp. 1.837.120.000 dan ruang gamelan (Sasono Gongso) Rp. 418.995.732. Sehingga total anggaran biaya sebesar Rp. 2.256.115.732 yang berasal dari dana SILPA dan Pendapatan Asli Kalurahan.

Dalam kesempatan tersebut Reno Candra Sangaji juga mengatakan bahwa pendopo ini nantinya akan diperuntukkan bagi berbagai aktivitas seperti seni budaya, UMKM, dan kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Warga Condongcatur terlihat sumringah atas peresmian Pendopo Kromoredjan sebagai tempat pengembangan seni budaya di Condongcatur. (Foto: Wasana)

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE dalam sambutanya menyampaikan dengan diresmikannya pendopo dan ruang gamelan ini, diharapkan dapat meningkatkan pelestarian budaya di Kalurahan Condongcatur.

Hal tersebut sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman yaitu pengembangan Kalurahan berbasis budaya. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Sleman sudah memiliki 19 desa/kalurahan yang sudah ditetapkan melalui SK Gubernur sebagai Desa Budaya dan ada 5 kalurahan yang sudah ditetapkan menjadi Desa Mandiri Budaya untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta.

“Pemerintah Kabupaten Sleman memberi apresiasi kepada Lurah Condongcatur beserta para pamongnya dengan dana Silpa PAD-nya dapat membangun pendopo yang megah. Ini merupakan bagian dari motivasi bagi kalurahan-kalurahan lainya di Kabupaten Sleman untuk mengikuti pembangunan, kemajuan seperti di Condongcatur,” ucapnya.

Wakil Bupati Sleman juga berharap dengan adanya Pendopo Kromoredjan ini dapat meningkatkan upaya pelestarian budaya di Kalurahan Condongcatur dan dapat digunakan untuk fasilitas umum lainya serta dirawat dengan baik bangunan pendopo.

Sebelum melakukan seremonial peresmian, GKR. Mangkubumi memberikan sambutan dan terkesan dengan pendoponya yang sangat megah. “Mudah mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pendoponya bagus banget, full kayu, bangunannya mengembalikan desainnya sebagai sebuah pendopo,” jelas GKR Mangkubumi.

Selain digunakan untuk rembug warga, GKR Mangkubumi berharap pendopo bisa juga untuk latihan menari, latihan membatik sehingga bisa makin “regeng” masyarakat bisa bersama sama latihan budaya yang semestinya. “Karena siapa lagi kalau bukan kita yang nguri uri budaya Jawa, dan kita patut bangga mendapatkan pengakuan dari Unesco. Mari kita nyengkuyung bareng heritage ataupun kawasan situs, kawasan kawasan budaya terus kita kembangkan dan jaga bersama karena ke depan kita punya mimpi yang besar dan Condongcatur merupakan bagian yaitu mimpi besarnya Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kawasan warisan budaya dunia,” tuturnya.

Baca Juga:  UGM dan BWI Jalin Kerja Sama Pengelolaan Wakaf

Peresmian Pendopo Kromoredjan dan Ruang Gamelan Sasono Gongso Kalurahan Condongcatur ditandai dengan pemotongan rangkaian bunga melati oleh GKR. Mangkubumi dan penandatanganan prasasti, selanjutnya GKR. Mangkubumi bersama Wakil Bupati Sleman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dan Lurah Condongcatur berkeliling melihat bagunan Pendopo Kromoredjan serta melihat langsung para pengrawit paguyuban Ngesti Laras Condongcatur yang sedang memainkan Gamelan di Ruang Gamelan Sasono Gongso yang berada di belakang Pendopo Kromoredjan. (*)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: