Gowes Jelajah Deso Milangkori: Bersepeda Keliling Kampung Resmikan Pembangunan Anggaran Dana Desa di Condongcatur

 Gowes Jelajah Deso Milangkori: Bersepeda Keliling Kampung Resmikan Pembangunan Anggaran Dana Desa di Condongcatur

Lurah Condongcatur Reno Chandra Sangaji meresmikan pembangunan yang dibiayai DD di Sengkan Joho, Jumat (12/1/2024). (Foto: Wasana)

SLEMAN – Gowes Jelajah Deso Milangkori merupakan program Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang layak diacungi jempol dan patut untuk dicontoh. Karena kegiatan ini, selain menyehatkan juga dilaksanakan peresmian proyek pembangunan di tingkat RW atau padukuhan yang dibiayai Dana Desa (DD) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Kegiatan Gowes Jelajah Deso Milangkori di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaksanakan setiap Jumat Pon. Pada Jumat 12 Januari 2024, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji meresmikan sejumlah proyek pembangunan yang dibiayai dengan DD dan BKK.

Pembangunan tersebut, antara lain di RW 12 Gempol, meresmikan kamar mandi PAUD Mutiara Bunda, RW 31 Gejayan meresmikan renovasi Balai RW, RW 59 Sengkan Joho meresmikan pengaspalan Jalan Getsmani, RW 39 Pringwulung renovasi Mushola Al Insyof melewati talud sungai, dan di RW 40 Pringwulung meresmikan pengaspalan jalan dan melewati proyek Kotaku.

Usai meresmikan pengaspalan jalan di Sengkan Joho, rombongan gowes yang dipimpin Lurah Reno dijamu Pak Nanang, Kajati Lampung. (Foto: Wasana)

Gowes Jupon 12 Januari 2024, start pukul 06.30 dari halaman Kalurahan Condongcatur, bersepeda bersama warga masyarakat keliling Condongcatur dari padukuhan ke padukuhan sambil menikmati sejuknya udara pagi melewati jalanan kampung yang asri dan melihat geliat hasil pembangunan bantuan Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang ada di padukuhan.

Saat meresmikan Balai RW 31 Gejayan, Lurah Reno Chandra Sangaji memberikan pujian terhadap pembangunan Balai RW 31. “Balai RW 31 ini paling bagus di Kalurahan Condongcatur,” ujar Reno. Kalurahan Condongcatur terdiri dari 18 padukuhan dan 64 RW. Setiap RW mendapatkan bantuan dana Rp 40 juta untuk pembangunan fisik maupun non fisik.

“Komitmen kami, setiap RW memperoleh bantuan 40 juta rupiah. Untuk membangun apa, kami serahkan, usulan dari masyarakat,” tegas Lurah Condongcatur yang sekarang mengambil program doktoral (S3) untuk bidang manajemen. Jadi model pembangunannya buttom up, dari bawah, usulan dari masyarakat, bukan dari atas.

Baca Juga:  Pakar UGM Sebut Empat Faktor Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Pak Lurah Reno bersama peserta Gowes Jupon berpose di depan Balai RW 39 Puren Pringwulung, Jumat (12/1/2024). (Foto: Istimewa)

Cara peresmian pembangunan tingkat RW di Kalurahan Condongcatur ini unik dan menarik. Bukan dengan cara seremonial yang protokoler, kaku, tetapi dengan gowes dan santai. Lurah dan pamong Condongcatur melaksanakan prinsip keterbukaan dan transparansi anggaran dengan cara sehat, guyup rukun, dan penuh keceriaan warga.

Gowes Jupon 12 Januari 2024, finish di RW 40 Pringwulung. Pamong dan Lurah serta peserta gowes disediakan sarapan pagi soto khas berselera, teh anget plus jajanan pasar. Sesuai apa yang dipesankan Pak Lurah, giatkan bersepeda, tolak narkoba, dan sehat jiwa raga. Condongcatur untuk semua, Condongcatur rumah pesepeda. (*)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: