Hangat Jahe di Setiap Tegukan Wedang Ronde

 Hangat Jahe di Setiap Tegukan Wedang Ronde

Wedang ronde racikan Anik Susilowati yang buka lapak saban malam di depan Pasar Sentolo Baru. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Wedang ronde, tak beda jauh dengan wedang jahe. Hanya saja wedang ronde, di dalamnya terdapat bulatan ronde terbuat dari tepung ketan, ditambah irisan kolang-kaling yang direbus empuk, potongan roti tawar dan taburan kacang tanah serta pemanis juruh gula jawa.

Anik Susilowati, penjual wedang ronde di Pasar Sentolo Baru, tiap hari menggodok setengah kilogram jahe bersama setengah panci besar air. Di gerobak jualan, air jahe selalu hangat karena ditaruh di atas bara arang briket atau arang kayu. Sedangkan juruh gula jawa, biji ronde, kolang kaling rebus, kacang tanah, dan irisan roti tawar ditaruh di toples.

Kala pembeli datang, warga Klebakan Salamrejo ini tinggal meracik. Tangan Anik cekatan menyiapkan wedang ronde. Dia mengambil irisan kolang raling rebus yang empuk dan berwarna merah ditaruh di dasar mangkuk. Selanjutnya ia menuangkan air jahe rebus. Disusul dua biji ronde, menuang juruh gula jawa, roti tawar dan terakhir taburan kacang tanah.

“Aduk dulu sebelum diminum biar air juruhnya menyatu,” saran Anik kepada wiradesa.co, Kamis 18 Januari 2024 malam.

Sehari tak kurang 30 mangkuk wedang ronde laku terjual. Pelanggan dari sekitar Sentolo juga para pengendara mobil luar kota yang kebetulan transit mencari makan malam. Di depan Pasar Sentolo Baru, lapak Anik bersebelahan dengan warung nasi goreng dan roti bakar. Di lokasi tersebut beberapa warung tenda menjajakan kuliner pecel lele Lamongan, angkringan, hingga kuliner bakmi.

“Kalau malam paling larut malam jualan sampai pukul 23.00. Habis itu pulang. Gerobak ikut dibawa pulang,” imbuhnya.

Satu mangkuk wedang ronde dihargai Rp 7000. Bagi yang kurang suka manis, tinggal memesan agar wedang ronde tak dikasih juruh. Selain diminum ditempat, sebagian pembeli minta agar wedang ronde dibungkus untuk dibawa pulang. “Banyak pula yang habis minum wedang ronde di sini, habis itu tambah minta dibungkus,” katanya.

Baca Juga:  Bripka Sumantoro, Polisi Entrepreneur Budidaya Ayam, Lele, Maggot, dan Azolla

Rasa wedang ronde bikinan Anik, terselip hangat khas jahe di tiap tegukan. Kolang-kaling yang empuk, ronde kenyil-kenyil dan di dalamnya ada manis gula jawa campur ulekan kacang tanah. Kacang tanah sebagai toping serta potongan roti tawar ikut melengkapi sensasi goyang lidah. Wedang ronde, minuman yang pas dinikmati kala malam hari lebih-lebih di musim hujan. Tertarik mencoba? (Sukron) 

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: