Pengelolaan Taman Keceh Umbul Potorono Berbasis Masyarakat

 Pengelolaan Taman Keceh Umbul Potorono Berbasis Masyarakat

Ketua RT 10 Padukuhan Salakan, Tedy Setyadi, perancang desain dan pengelolaan Taman Keceh Umbul Potorono, Jumat (15/3/2024). (Foto: Wiradesa)

Taman Keceh Umbul Potorono merupakan contoh model wisata desa yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Pengelolaan destinasi wisata desa ini berbasis masyarakat. Dari masyarakat desa untuk masyarakat desa.

“Komitmen kami, taman keceh ini harus berdampak positif bagi warga sekitar,” tegas Tedy Setyadi, Ketua RT 10 Padukuhan Salakan Kalurahan Potorono saat berbincang dengan Wiradesa, Jumat 15 Maret 2024. Dampaknya tidak hanya ekonomi, tetapi juga pembangunan lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Tedy Setyadi mengungkapkan, modal awal untuk membangun Taman Keceh Umbul Potorono sekitar Rp 300 juta. Dana itu dihimpun dari warga dari 5 RT, termasuk RT 10. “Jadi tidak ada investor untuk membangun taman keceh,” ujar Tedy yang merancang desain kolam dan sistem pengelolaannya.

Besaran sahamnya tergantung dari kebijakan masing-masing RT. Untuk RT 10, penjualan sahamnya diupayakan merata. Jadi tidak ada warga yang membeli banyak saham atau mendominasi saham. “Kami juga memberikan saham kepada para jompo yang ada di wilayah RT 10,” ungkap Tedy.

Pengelolaan Taman Keceh Umbul Potorono dilakukan oleh Tim Jiwalangkaji. Tim ini di bawah koordinasi Badan Usaha Milik Desa “Mekaring Pono” Kalurahan Potorono. Menurut Tedy, pengurus Jiwalangkaji setiap bulan menyerahkan 20 persen dari pendapatan ke BUMDes Mekaring Pono.

Namun pengelola Taman Keceh juga bisa mengakses dana dari BUMDes Mekaring Pono Kalurahan Potorono. Jika membutuhkan dana untuk pengembangan, pengelola berhak untuk memanfaatkan dana yang terkumpul di BUMDes Mekaring Pono.

Taman Keceh Umbul Potorono yang dibuka pada 20 Januari 2024, sudah dua kali membagi profit, yakni profit bulan Januari dan bulan Februari. Namun pendapatan yang terkumpul, sebagian besar masih untuk pengembangan.

Waktu Wiradesa berkunjung ke Taman Keceh Umbul Potorono, Jumat (15/3/2024), baru dilakukan pembersihan kolam. Dasar kolam yang dulu dibiarkan alami, dasar tanah, sekarang dikeramik. Kemudian lumut yang menempel di dinding kolam dibersihkan.

Baca Juga:  Plesiran ke Pantai Jatimalang, Makan Seafood Pulang Beli Ikan Laut Segar

Air yang dimanfaatkan untuk taman keceh, berasal dari mata air atau Umbul Potorono. Airnya jernih, bersih, dan higienis. Karena sebelum masuk kolam, airnya difilter melalui pompa. Cara ini bisa menekan pertumbuhan lumut, tanpa obat, dan aman bagi tubuh anak-anak.

Taman Keceh Umbul Potorono di Padukuhan Salakan, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, cocok untuk keceh atau main air bagi anak-anak.

Jam operasional Taman Keceh Umbul Potorono, Jumat mulai pukul 09.00 – 17.30, Sabtu dan  Minggu pukul 08.00 – 17.30. Tiket masuknya Rp 5.000/orang. Selain renang dan keceh sepuasnya, pengunjung juga bisa menikmati sajian kuliner khas perdesaan.

Taman yang berada di sisi utara kawasan Wana Desa dan Telaga Desa Potorono dilengkapi dengan kolam anak dan tempat kuliner di bawah pepohonan yang asri. Kolam bernuansa perdesaan ini bagus untuk rekreasi keluarga. (Ono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: