Seruuu…! Naik Dokar Ditarik Dinosaurus

 Seruuu…! Naik Dokar Ditarik Dinosaurus

Dinosaurus sambut pengunjung di Potorono Edu Park. (Foto: Wiradesa)

POTORONO Edu Park (PEP) merupakan wisata desa di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang menarik untuk dikunjungi. Destinasi wisata di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, yang dikelola anak-anak muda kreatif ini menghadirkan wahana rekreasi bernuansa dinosaurus.

Kawasan di sisi selatan Embung Potorono tersebut tersedia Dokar Dino, Dino Ride, dan Mini Trail. Pengunjung bisa menikmati serunya naik dokar ditarik Dinosaurus hanya dengan membayar Rp 10.000. Tiket untuk mengendarai Dokar Dino, Dino Ride, dan Mini Trail semuanya sama Rp 10.000.

Pengunjung PEP dipersilahkan mengendarai sendiri wahana rekreasi yang disediakan. Namun di bawah pengawasan dari para pengelola. Cara menjalankan Dokar Dino cukup mudah. “Caranya, tinggal memutar gas, di stang sebelah kanan, seperti sepeda motor matik. Jika terlalu kencang ada rem di stang sebelah kiri,” ujar Muhammad Nasim, pengelola PEP, saat memandu peminat Dokar Dino, Minggu 19 Juni 2022.

Biasanya anak-anak yang belum bisa mengendarai sepeda motor selalu didampingi orangtua. Karena anak belum mampu menjalankan motor otomatis. Satu Dokar Dino, umumnya ditumpangi dua sampai tiga orang. Satu orangtua satu anak atau satu orangtua dua anak. Orangtua yang berperan sebagai sopir atau saisnya.

Naik Dokar Dino hanya dengan Rp 10.000. (Foto: Wiradesa)

Meski belum diluncurkan secara resmi, namun keberadaan PEP sudah ramai pengunjung, khususnya pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Tiket ketiga wahana rekreasi, yakni Dokar Dino, Dino Ride, dan Mini Trail pada hari-hari tersebut rata-rata terjual 500 tiket per hari. Rencana launching PEP akan dilaksanakan pada bulan Juli dengan menghadirkan pengageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Keberadaan PEP dirasa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Sejumlah anak-anak muda Salakan Potorono bekerja sebagai operator wahana rekreasi, ibu-ibu dan bapak-bapak berjualan makanan dan minuman, serta para remaja menjaga parkir. “Semangat kami untuk mewujudkan PEP ini agar warga bisa bekerja dan sejahtera bersama,” tegas M. Nasim, Bendahara PEP.

Baca Juga:  Wisata Desa: Naik Andong dari Ndalem Nampan ke Pantai Trisik

Mbak Sri, penjual makanan dan minuman di pinggir jalan, sebelah barat PEP mengaku senang jika pengunjung ramai. Karena jika ramai, dagangannya juga banyak dibeli wisatawan. Perasaan yang sama juga dialami, penjual sosis bakar, kentang goreng, cilung, dan lainnya, yang hamper semua warga Salakan Potorono.

Hasil dari PEP juga memberi kontribusi terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Potorono. Setiap bulan pengelola PEP setor uang ke BUMDes. “Bulan lalu, kami menyetor tiga juta rupiah,” ungkap M. Nasim. Dengan kontribusi seperti itu, sudah selayaknya BUMDes Potorono membantu modal pengembangan PEP, agar destinasi wisata desa yang murah meriah ini nantinya bisa berkembang dan menjadi andalan pendapatan warga desa. (*)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: