Berwisata di Embung Potorono, Live Musik Setiap Hari Sabtu dan Minggu

 Berwisata di Embung Potorono, Live Musik Setiap Hari Sabtu dan Minggu

Pengunjung menikmati dendang musik dangdut di Embung Potorono. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Wana Desa dan Telaga Potorono Ramai dikunjungi wisatawan. Diiringi dendang live musik dangdut, lalu-lalang wisatawan terlihat senang dan bergembira.

Live musik diadakan setiap Sabtu dan Minggu pukul 10.00-17.00 WIB. Digelar oleh pengelola untuk menghibur warga dan para pengunjung serta meramaikan suasana wisata Embung Potorono.

Wartawan Wiradesa.co tiba di embung pada Sabtu, 14 Oktober pukul 15.00 WIB. Pengunjung tampak sangat ramai dan menikmati, beberapa berjoget bersama alunan lagu, kulineran, mengayuh kano dan kapal bebek, bermain di wahana, memberi makan ikan, anak-anak riang berlari dan bermain.

Pengunjung dapat menikmati berbagai ragam kuliner dan jajanan. Mulai dari makanan berat seperti nasi pecel, sate, mie ayam hingga jajanan ringan seperti crepes, pentol, sosis dan lain sebagainya. Stand-stand dan asongan terlihat berjejer dan ramai. Pengunjung dapat memilih macam-macam hidangan yang ditawarkan penjual.

Selain kulineran, pengunjung bisa mengajak anaknya bermain di berbagai wahana. Ada trampolin, bianglala mini, kereta, melukis, memancing, mobil listrik serta menaiki kano dan perahu bebek. Cukup membayar 15 Ribu untuk naik bersama.

Selain itu, sebagai Wisata Edukatif, Embung Potorono juga menyediakan tempat khusus permainan tradisional. Terlihat garis engklek, bambu egrang dan sandal kayu panjang yang dimainkan dengan melangkah bersama. Walaupun menyediakan beragam permainan, pengelola embung tetap menjaga permainan tradisional.

Disediakan banyak sekali kursi dan gasebo untuk tempat pengunjung bersantai. Menikmati gelombang air dan suasana sore. Warna-warni ikan semakin mempercantik pemandangan. Jika diberi makan, ikan akan langsung berbondong-bondong mendekat. Sesekali ada yang loncat.

“Di Jogja banyak embung, tapi bagi saya Embung Potorono sangat nyaman dan rekomended. Ramai juga jadi asik.” Ujar Nur, mahasiswa UNY sambil menonton pentas kepada wiradesa.co.

Baca Juga:  Hasil Pilur Kalurahan Potorono: Prawata Menang di 21 TPS, Syaifudin Unggul di 5 TPS

Live musik diadakan di panggung utama Embung Potorono. Live musik berakhir tepat pukul 17.00 WIB. Perahu Layar adalah lagu penutup yang dinyanyikan oleh penyanyi berkerudung bernama Lia. (Yuniar Avicenna)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: