BERBAGAI zat dalam tumbuh-tumbuhan jika diambil dan digabungkan dipercaya mempunyai beragam khasiat bagi kesehatan manusia. Diantara khasiatnya: sebagai antinyeri, antiradikal bebas, antiradang, antibakteri dan virus, dan sebagai penopang sistem imun tubuh.
Dikatakan herbalis dan peracik jamu tradisional berbahan tumbuh-tumbuhan H Sudarto, di alam terdapat ratusan jenis tanaman dengan beragam khasiat. Praktisi herbal yang sudah 27 tahun berkecimpung di jamu tradisional ini pun menyebut satu persatu herbal beserta manfaatnya.
Kategori rempah diantaranya: adas yang bersifat menghangatkan badan, melancarkan pencernaan, antikembung. Pulasari berfungsi menambah nafsu makan, menyegarkan badan. Cengkeh sebagai antibakteri kuat, kapulaga melancarkan darah, jinten hitam penguat imun, jinten jawa menghangatkan rahim dan perut, mahkota dewa raja antikanker dan tumor alami, lingzi antipenuaan dini, kayu manis penstabil gula darah dan kayu secang sebagai sumber antioksidan dan antiradang melawan bakteri.
“Kategori rimpang misalnya kunir putih sebagai antikanker, kunir hitam antiradang sendi, kunir merah penyembuh luka dan maag, keladi hitam anti radang, keladi tikus anti radang, atasi batuk asma dan sehat payudara,” kata Sudarto ditemui di kediamannya di Jalan Wates-Purworejo Km 9 Kalidengen, Temon, Kulonprogo pada Minggu 27 September 2026.
Di samping kategori rempah dan rimpang, masih terdapat dua kategori lainnya yakni bunga dan daun-daunan. Antara lain bunga telang dengan kandungan antioksidan 10 kali lipatnya teh hijau baik untuk kesehatan mata serta otak. Bunga kenop menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Bunga lemon balm sebagai penenang, antistres dan tidur nyenyak.
Sudarto kemudian menyebut 17 daun-daun herbal segar beserta fungsinya. Petikan kebo dijuluki ahlinya asma dan sesak nafas. Anting-anting penghenti perdarahan dan diare. Wedusan pembersih ginjal dan saluran kemih. Teki peluruh kencing dan penurun demam. Kitolod antibakteri pada kulit dan sariawan. Benalu jeruk penurun hipertensi. Benalu murbei antioksidan tinggi dan flavonoid. Sisik naga penyembuh batuk dan radang tenggorokan. Rumput mutiara antikanker dan tumor, sambung nyawa antikanker dan diabetes. Kentutan melancarkan pencernaan. Pegagan vitamin otak dan daya ingat. Beluntas penghilang bau badan dan antibakteri. Leng-lengan nutrisi syaraf dan susah tidur, krokot hijau antiradang, stabilkan kolesterol. Daun keladi tikus untuk kesehatan liver dan antibakteri dan daun binahong penyembuh luka, asam urat dan gula darah.
Dalam mengkonsumsi ramuan herbal atau jamu tradisional, Sudarto menggunakan tiga teknik penyajian. Pertama berbagai daun, rimpang, bunga dan rempah diracik sesuai jenis penyakit lalu direbus dan diminum airnya. Kedua dikonsumsi dalam bentuk ekstrak dan yang ketiga diramu sebagai superfood komplet berjuluk energi alami Biosaka N 1 A-6.
Jamu superfood Biosaka racikan Sudarto dikemas dalam botol. Di dalam larutan biosaka energi terdapat kandungan fitokimia dan epigenetik rumput liar dan herbal yang jenisnya ada 17, 25, 33 dan terlengkap sebanyak 43 jenis rumput liar dan tanaman herbal.
“Larutan Biosaka energi merupakan inovasi terbaru. Ya bisa dibilang sebagai pengobatan herbal ala sekarang. Herbal daunnya tak sembarang petik. Tanaman liar dicari yang tak terkontaminasi polusi,” katanya.
Dedaunan herbal tersebut dicuci bersih. Ditimbang agar sesuai takaran tepat. Lalu diremas lembut dalam air mineral sehat sekitar 15 menit. Daun diremas lemas namun tidak rusak agar kandungan fitokimia dan epigenetiknya keluar. Herbal yang dipilih yang terkena paparan sinar matahari langsung. “Jamu herbal yang diproses dideplok dan digodok yang keluar nutrisi. Kalau diremas pelan yang keluar berupa energi kandungannya fitokimia dan epigenetik,” imbuh Sudarto.
Setelah diremas dalam air, air disaring dan masuk botol dilarutkan bersama biang biosaka n level 1. Kandungan terkuat dan paling komplet berisi 43 herbal khasiatnya antiradang termasuk benjolan tumor dan akibat virus. “Larutan biosaka energi dikemas dalam botol spray. Untuk meminum tinggal dicampurkan dengan satu gelas air putih. Satu gelas cukup 7 kali semprotan diminum sehari dua kali,” jelasnya.
Sebagai praktisi herbal dan tergabung dalam asosiasi Aspetri DPD DIY dan Pergisti Korwil DIY, Sudarto meracik berbagai herbal berdasarkan pengalaman dan pengetahuan agar ramuan racikannya lebih mendekati nutrisi yang dibutuhkan untuk kesembuhan para klien yang datang.
“Semoga setiap tetes jamu herbal dan superfood Biosaka N 1 A-6 menjadi sebab orang menjadi sehat. Amin,” pungkasnya. (Sukron)






