Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Tri Hariyono: Rahasia Kopi Enak Harus Petik Merah

Tri Hariyono mengamati biji kopi. (Foto: Istimewa).

DATA tentang kopi begitu kuat melekat dalam batin Tri Hariyono. Ia lahir di Desa Jamusan, Kecamatan Jumo Temanggung, salah satu kawasan yang banyak terdapat kebun kopi robusta.

Tak mengherankan kini di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitasnya di kegiatan pemberdayaan masyarakat, ia tak bisa lepas dari aktivitas yang berhubungan dengan kopi.

“Kanan dan kiri kampung memang kebun kopi. Dari rumah jalan 100 meter sudah ketemu kebun kopi,” kata Hari yang kala libur sekolah dulu ia terbiasa ikut memetik biji kopi.

Tinggal di Padukuhan Balong RT 4 RW 12 Trimulyo, Sleman, dengan latar belakang masa lalu yang begitu kuat dengan kopi, Hari kini berupaya fokus mengembangkan komunitas kopi di Sleman. Khususnya kopi lereng Merapi di Cangkringan, Pakem dan Turi.

“Pulang dari Temanggung pada 2016 bawa kopi green bean. Dari pertemanan, diarahkan ke roastery Kopi Bang Boim. Sekali dua kali menyangrai (roasting) terus berlanjut, kala ada teman atau butuh kopi robusta Temanggung. Lalu keluarga mendorong agar ditekuni lebih serius sebagai usaha keluarga,” kata pemilik brand Toto Coffee saat ditemui di kediamannya, Minggu 1 November 2026.

Baca Juga:  GKR. Mangkubumi Resmikan Pendopo Kromoredjan Condongcatur dan Ruang Gamelan Sasono Gongso: Kayu Soko Guru dari Cepu, Pintu Gebyok dari Jepara

Sebagai usaha sampingan, Hari menyediakan green bean, roasted bean, dan kopi bubuk. Jenis kopi robusta dan arabika. Sedangkan asal kopi antara lain dari kawasan Lereng Sindoro, Sumbing dan kopi lereng Merapi. Dia juga menyediakan kopi dari Sumatera kopi lereng Kaba Bengkulu, kopi Gayo, serta kopi Mandailing.

Di luar usaha kopi, Hari berkecimpung di sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya bidang pertanian. Salah satunya didapuk mendampingi kegiatan Sekolah Lapang Tani Kopi di Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman.

Selain melayani permintaan bubuk kopi untuk konsumen perorangan, sejumlah kedai kopi di Yogya telah menjadi pelanggan. Sedangkan di kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelatihan, Hari mengampu materi pascapanen kopi.

“Kalau kedai kopi yang rutin pesan ada 13 kedai. Untuk rumahan lumayan juga. Bagi yang memesan di atas satu kilogram untuk wilayah Yogya free ongkir,” terangnya.

Kemasan kopi olahan Tri Hariyono. (Foto: Istimewa).

Sebagai praktisi kopi, Hari menuturkan rahasia di balik kopi enak. Menurutnya, kopi dengan cita rasa enak ditentukan secara persentase bahkan hingga 60 persen harus petik merah. Sedangkan 40 persen ditentukan oleh pemrosesan biji kopi.

Baca Juga:  Laksanakan Tugas BPDLH, Minomartani Agrikultur Ajak Warga Mengolah Sampah Organik Rumah Tangga

“Dari pemrosesan biji kopi, 20 persen yang menentukan yakni kegiatan pascapanen (proses kopi natural kopi dijemur bersama kulit, full wash chery dan biji kopi dipisah lalu dijemur), 10 persen cara roasting, 10 persen teknik seduh,” papar Hari yang aktif bergiat di Serikat Petani Indonesia (SPI) Yogyakarta.

Bicara tentang kopi memang seolah tak ada habisnya. Hari pun mengakui hal itu. Di Sekolah Lapang Tani Kopi Tunggularum, ia biasa membabar rahasia di balik secangkir kopi enak dan nikmat. Mulai dari petik, kegiatan pascapenen, sortasi, teknik roasting, hingga penyimpanan dan penyeduhan. (Sukron)

Tinggalkan Komentar