KULONPROGO-Sebanyak 20 santri putra-putri Madrasah Diniyah PP Roudhotul Huffadz Tuksono, Sentolo Kulonprogo mengikuti kegiatan akhirussanah, Minggu 8 Februari 2026. Pada kegiatan tersebut para santri lancar menghafal rukun solat, menghafal kosakata bahasa Arab, nadzom alala, nadhom ngudi susilo, nadhom akidatul awam serta hafalan beberapa surat pendek.
Pengasuh Pesantren Roudhotul Huffadz KH Abdur Rozak SAg Al Hafidz menyampaikan prosesi akhirussanah dilaksanakan saban tahun dalam rangka tasyakuran sekaligus menyemangati para santri anak-anak juga untuk mengasah kemampuan beberapa materi pelajaran di kelas madrasah diniyah.
“Dengan tampil di depan para hadirin, anak-anak santri menunjukkan kemampuan dalam menghafalkan materi pelajaran diniyah mereka. Anak-anak pun riang mengikuti prosesi. Kami niatkan pula agar anak-anak tambah semangat dan makin senang dalam mengaji,” kata Abdur Rozak.
Ia menambahkan, masa-masa mengaji di madrasah diniyah diibaratkan sebagai momentum yang tepat lantaran pada usia anak-anak, mereka masih punya waktu lebih banyak belum terlalu disibukkan dengan kegiatan lain seperti kegiatan sore di sekolah. Karena itu ia mengimbau agar para orangtua lebih mendorong agar anak-anak rajin berangkat mengaji diniyah saban sore.
Tausiah akhirussanah disampaikan KH Imron Ali dari Wates. Kiai Imron mengatakan, mengaji diniyah agar anak tidak hanya pintar tapi juga bertingkah laku benar dalam keseharian. “Hidup kalau cuma pintar saja bisa keblinger. Karena itu melalui kegiatan di madrasah anak-anak juga dididik agar berperilaku benar. Harapan orangtua anak jadi pintar sekaligus benar. Pondok, madrasah, menjadi tempat anak untuk paham agama,” ucap Kiai Imron Ali.
Paham agama, lanjutnya, tidak simsalabim alias mesti mengikuti proses. Kiai Imron Ali kemudian menjelaskan hal-hal yang mesti dilakukan orangtua sejak anak masih di kandungan agar anak kelak bisa menjadi sosok yang bisa memahami agama. Ia juga menjelaskan cara bagaimana orangtua dalam nirakati anak seperti membacakan surat Al Qodr pas weton si anak sambil memegang ubun-ubunnya. (Sukron)








