Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Hasil Pilur di Baturetno 2026: Calon Lurah Perempuan Tumbangkan Petahana

Sugiyanti, pemenang Pilur Baturetno 2026. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Pemilihan Lurah di Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Minggu 4 Oktober 2026, berlangsung menegangkan. Usai penghitungan suara, terjadi kejar-kejaran antarpendukung calon lurah. Calon lurah perempuan berhasil menumbangkan petahana yang sudah menduduki kursi nomor satu di Baturetno selama 14 tahun.

Berdasarkan hasil hitung cepat, calon lurah perempuan Sugiyanti dengan nomor urut 2 memperoleh 5.589 suara (57,4 %). Sedangkan Sarjaka sebagai petahana dengan nomor urut 3 mendapat 3.391 suara (34,8 %) dan Tukimin nomor urut 1 mendapat 758 suara (7,8%). Jumlah suara tidak sah ada 338.

Dengan data tersebut, tercatat ada 10.116 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Lurah 2026 di Kalurahan Baturetno tercatat ada 13.709 pemilih. Sehingga ada 3.593 pemilih yang tidak memanfaatkan haknya untuk menentukan calon lurah Baturetno. Jadi tingkat partisipasi warga pada pemilihan lurah di Baturetno sebesar 73,79 %.

Ketua Panitia Pemilihan Lurah Baturetno 2026 Sudiantara S.IP menjelaskan, kebanyakan warga Baturetno yang terdaftar di DPT dan tidak menggunakan hak pilihnya, tinggal di luar kota. Sehingga mereka tidak sempat menyalurkan suaranya pada pemilihan lurah Minggu 4 Oktober 2026.

Baca Juga:  Kejurda Angkat Berat DIY 2025 Ajang Pertarungan para Monster Besi

Menurut Sudiantara, tingkat partisipasi pada pemilihan lurah di Baturetno sebesar 73,79 % sudah relatif tinggi. “Kami punya keyakinan, masyarakat yang terdaftar di DPT dan tinggal di Kalurahan Baturetno kemungkinan besar menggunakan hak pilihnya,” tegas Sudiantara saat ditemui Wiradesa.co di Balai Kalurahan Baturetno, Minggu 4 Oktober 2026.

Sejumlah polisi berjaga di jalan menuju rumah Sarjaka. (Foto: Wiradesa)

Berdasarkan pemantauan Wiradesa.co, hampir semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimenangkan Sugiyanti. Seperti di TPS 12 (Kalangan), Sugiyanti memperoleh 189 suara, Sarjaka mendapat 138 suara dan Tukimin 25 suara. Jumlah suara tidak sah 7 suara. Sedangkan di TPS 21 (Ngipik) Sugiyanti mendapat 176 suara, Sarjaka memperoleh 136 suara, dan Tukimin 40 suara. Jumlah suara tidak sah 23 suara.

Selanjutnya di TPS 23 (Plakaran), Sugiyanti memperoleh 223 suara, Sarjaka mendapat 109 suara, dan Tukimin mendapat 18 suara. Jumlah suara tidak sah 14 suara. Kemudian di TPS 19 (Manggisan), Sugiyanti memperoleh 232 suara, Sarjaka 162 suara, dan Tukimin 28 suara. Jumlah suara tidak sah 17 suara.

Ketegangan terasa, usai pemilihan suara dan diketahui tokoh perempuan Sugiyanti memenangkan pemilihan mengungguli perolehan suara pesaing beratnya Sarjaka. Sebagian pendukung Sugiyanti berkonvoi menyusuri jalan-jalan di wilayah Baturetno. Saat mau melewati Jalan Wiyoro dari arah selatan sudah dicegat aparat keamanan di pojok lapangan Wiyoro untuk dibelokkan ke arah timur.

Baca Juga:  Asyiknya Jajan Kuliner di Pasar Senja Sentolo

Namun ada sebagian yang nekat ke arah utara. Padahal di perempatan, dekat rumah Sarjaka, para pendukungnya sudah berjaga-jaga. Melihat ada rombongan pendukung Sugiyanti bergerak ke arah utara, maka spontan pendukung Sarjaka lari ke selatan, menghadang pendukung Sugiyanti. Terjadi kejar-kejaran di sekitar Lapangan Wiyoro.

Kapolsek Banguntapan AKP. Wahyu Tri Wibowo SH. MM., terus mengingatkan para pendukung calon lurah di Baturetno untuk menahan diri. Bagi yang menang tidak perlu meluapkan kegembiraannya dengan konvoi sepedamotor keliling padukuhan.

Para pendukung Sugiyanti dan pendukung Sarjaka semuanya warga Baturetno. Maka jika terjadi gesekan atau bentrokan, yang rugi masyarakat Baturetno. Sebaiknya para calon dan pendukungnya menaati pernyataan yang sudah ditandatangani para calon, agar tetap rukun menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Baturetno. (Ono)

Tinggalkan Komentar