Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Kisah Bidan Rindang, Sigap Menolong Persalinan Darurat Ibu Muda yang tak Menyadari Kehamilannya

Bidan Rindang Arifah bertindak cepat memberikan pertolongan pada persalinan seorang ibu muda di dalam ambulans. (Foto: Istimewa)

SLEMAN-Suasana menegangkan terjadi di Puskesmas Depok II, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis 8 Oktober 2026 pagi.

Seorang ibu muda yang tak menyadari dirinya sedang hamil melahirkan di dalam ambulans sebelum sempat dirujuk ke rumah sakit. Di tengah situasi darurat tersebut, Bidan Penyelia Puskesmas Depok II, Rindang Arifah, A.Md.Keb., bergerak cepat memberikan pertolongan. Bayi perempuan dengan berat badan 1.700 gram lahir secara spontan pada pukul 07.10 meski ditemukan tiga lilitan tali pusat saat proses persalinan.

Peristiwa bermula ketika MM (22), warga Ngringin, Condongcatur, tiba di Puskesmas dengan diantar dua orang menggunakan sepeda motor. Dalam kondisi kesakitan, MM dibawa dengan posisi terlentang karena mengalami nyeri hebat. Melihat kondisi pasien, petugas kesehatan segera memberikan pertolongan dan menyiapkan ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.

Namun, situasi berubah begitu cepat. Saat proses pemindahan, MM menyampaikan bahwa bayinya sudah mulai keluar. Pemeriksaan menunjukkan pembukaan jalan lahir telah lengkap dan kepala bayi sudah terlihat.

Menghadapi kondisi tersebut, Bidan Rindang segera memberikan pertolongan persalinan darurat di dalam ambulans yang masih berada di area Puskesmas. Penanganan tersebut turut didukung Maryadi, pengemudi ambulans Puskesmas Depok II.

Baca Juga:  KWT Dewi Sri Kentungan Gelar Tasyakuran

“Saat pasien datang, kondisinya sudah kesakitan dan proses persalinan berlangsung sangat cepat. Ketika diperiksa, pembukaan sudah lengkap dan kepala bayi terlihat. Kami harus segera memberikan pertolongan karena tidak memungkinkan lagi menunggu hingga tiba di rumah sakit,” ujar Rindang.

Proses kelahiran berlangsung cepat sekaligus menegangkan. Saat memberikan pertolongan, Bidan Rindang menemukan tiga lilitan tali pusat yang membutuhkan penanganan segera. Bayi perempuan akhirnya lahir secara spontan pada pukul 07.10.

Setelah bayi lahir, Rindang melanjutkan penanganan terhadap MM, termasuk pemantauan kontraksi rahim dan perdarahan. Plasenta lahir pada pukul 07.23. Hasil pemeriksaan menunjukkan kontraksi rahim baik, perdarahan dalam batas normal, dan tidak ditemukan robekan jalan lahir.

“Alhamdulillah, bayi berhasil lahir secara spontan. Setelah memastikan kondisi ibu stabil dan memberikan penanganan awal kepada bayi, kami segera melakukan rujukan ke RS UAD agar keduanya mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut,” tutur Bidan Rindang.

Hal yang menjadi perhatian dalam peristiwa ini, pengakuan MM bahwa dirinya tidak mengetahui sedang mengandung.

Baca Juga:  WUJUDKAN VISI YOGYA PUSAT PERS PANCASILA, Ketua DPRD DIY Dukung Rencana PWI DIY Bangun Grha Pers Pancasila

Selama ini, MM merasa masih mengalami menstruasi setiap bulan sehingga tidak menduga dirinya sedang hamil. Ia juga belum pernah menjalani pemeriksaan kehamilan dan tidak memiliki Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Berdasarkan perkiraan, usia kehamilannya saat melahirkan sekitar 35 minggu. Dengan berat lahir 1.700 gram, bayi tersebut termasuk kategori berat badan lahir rendah (BBLR).

Setelah mendapatkan pertolongan awal, MM bersama bayinya segera dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

MM saat ini dalam kondisi sehat dan masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara itu, bayi perempuannya juga dilaporkan sehat dan mendapatkan perawatan dalam inkubator di ruang bayi untuk pemantauan lanjutan.

Peristiwa ini memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kegawatdaruratan ibu dan bayi. Kecepatan mengambil keputusan, keterampilan klinis, serta koordinasi petugas menjadi bagian penting dalam penanganan persalinan yang berlangsung di luar perkiraan.

Puskesmas Depok II yang dipimpin dr. R.R. Endang Sulistyowati memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar, termasuk penanganan awal kondisi kegawatdaruratan sebelum pasien mendapatkan pelayanan lanjutan di rumah sakit rujukan.

Baca Juga:  Bidang Ilmu Sosial dan Manajemen UGM Tembus Peringkat 153 Terbaik Dunia Versi QS WUR by Subject 2022

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan sejak dini, mengenali tanda-tanda persalinan, serta segera mencari pertolongan medis ketika mengalami keluhan yang tidak biasa.

Kesigapan Bidan Rindang bersama petugas yang terlibat menjadi gambaran nyata pengabdian tenaga kesehatan. Di tengah situasi mendesak dan keterbatasan waktu, pertolongan harus diberikan secara cepat dan tepat demi keselamatan ibu dan bayi. (*)

Tinggalkan Komentar