Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Nakes Jadi Petugas Upacara di Kapanewon Depok

Foto: Istimewa

SLEMAN-Tenaga kesehatan tiga Puskesmas di wilayah Kapanewon Depok mendapat kepercayaan menjadi petugas upacara bendera bulan September 2026 di halaman Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa 29 September 2026.

Upacara diikuti sedikitnya 259 peserta dari berbagai unsur sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-43.

Kepala Puskesmas Depok I, dr. Henni Widiarini, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Bupati Sleman. Sementara itu, petugas upacara berasal dari gabungan Puskesmas Depok I, Puskesmas Depok II, dan Puskesmas Depok III.

Peserta mengenakan pakaian dinas harian (PDH) Selasa bernuansa biru. Barisan upacara 60 pegawai Kapanewon Depok, 44 aparatur Kalurahan Condongcatur, 45 aparatur Kalurahan Caturtunggal, 30 aparatur Kalurahan Maguwoharjo, 30 personel TNI-Polri, 30 guru sekolah dasar, serta 20 peserta dari gabungan Puskesmas.

Dari tujuh kelompok tersebut, sedikitnya 259 peserta mengikuti upacara, belum termasuk pejabat, petugas upacara, paduan suara, dan undangan lainnya.

Dalam amanat bupati Sleman yang dibacakannya, dr. Henni menyampaikan bahwa peringatan Haornas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat mengenai posisi olahraga dalam pembangunan manusia.

“Hari Olahraga Nasional bukan sekadar peringatan. Ia adalah pengingat bahwa olahraga merupakan bagian penting dari pembangunan manusia,” ucap Henni.

Baca Juga:  Menikmati Sunset dari Puncak Sosok

Amanat tersebut juga menegaskan olahraga sebagai bagian dari investasi pembangunan jangka panjang.

“Olahraga adalah investasi masa depan yang berdampak pada karakter bangsa dan pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.

Tema Haornas Ke-43 Tahun 2026, “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, turut ditekankan agar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan sebagai gerakan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu diperkuat melalui semangat kearifan lokal Jawa, “Gliyak-gliyak tumindak”, yang mengajarkan pentingnya memulai dan terus bergerak meskipun dilakukan secara bertahap.

“Selaras dengan semangat Haornas, leluhur kita menggelorakan semangat ‘Gliyak-gliyak tumindak’. Pelan-pelan, asal sudah dimulai,” lanjutnya.

Masyarakat juga diajak membangun kebiasaan aktif melalui aktivitas sederhana, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, senam, berlari, hingga meluangkan waktu untuk bergerak dan mengurangi kebiasaan hidup pasif.

Pesan Haornas tersebut selaras dengan keterlibatan tenaga kesehatan sebagai petugas upacara. Selain memberikan pelayanan kesehatan, jajaran puskesmas memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif serta mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Dalam susunan petugas, Aditya Dicky Romanta, S.Kom., Staf Tata Usaha Puskesmas Depok II, bertindak sebagai perwira upacara. Arief Budiartho, Amd.Fis., Fisioterapis Puskesmas Depok III, bertugas sebagai komandan upacara.

Baca Juga:  Padukan Unsur Teater, Musik, dan Storytelling, Pendongeng Rona dan Roy Sampaikan Cerita Rakyat Tentang Alam, Manusia, dan Cinta

Pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan Rindang Arifah, Amd.Keb., Bidan Puskesmas Depok II; Darisityana Kurniasari, Amd., Tenaga Teknis Laboratorium Medis Puskesmas Depok III; serta Dwi Anisa Purnamasari, S.Tr.Gz., Nutrisionis Puskesmas Depok II.

Dewinta Nurmala Putri, S.Farm., Apt., Apoteker Ahli Muda Puskesmas Depok I, bertugas membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sementara Mirza Hendra Wardhana, S.Kom., Pengadministrasi Perkantoran Puskesmas Depok III, membacakan Panca Prasetya Korpri.

Susunan acara dibacakan Suparmi Rantono, AMKL, Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Depok I. Widariyani, Amd.Kes., Terapis Gigi dan Mulut Puskesmas Depok I, bertugas sebagai ajudan, sedangkan doa dipimpin Hj. Masropin, S.Ag., M.Si., Penyuluh Agama Islam KUA Depok.

Nuansa Haornas semakin terasa melalui penampilan paduan suara guru PAUD se-Kapanewon Depok yang membawakan “Mars Haornas” dan “Bagimu Negeri”.

Seluruh prosesi berlangsung khidmat dan tertib. Peserta dari unsur pemerintah kapanewon, tiga pemerintah kalurahan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidik mengikuti rangkaian upacara hingga selesai.

Dalam amanat Bupati Sleman juga disampaikan pentingnya melakukan refleksi terhadap kebiasaan hidup aktif di masyarakat, termasuk bagaimana olahraga dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga:  Luruskan Tudingan soal Struktur dan Skala Upah: PT Taru Martani Tegaskan Tak Ada Pelanggaran

Pemerintah Kabupaten Sleman juga menegaskan komitmennya untuk mendorong keberadaan ruang publik dan fasilitas olahraga yang mudah dijangkau, aman, murah, dan inklusif.

Seusai upacara, Agung Nugraha, S.AP., Staf Jawatan Praja Kapanewon Depok, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah menjalankan tugas dengan baik serta kepada peserta yang mengikuti upacara dengan khidmat dan tertib.

Agung juga mengumumkan bahwa petugas Upacara Bendera Bulan Oktober 2026 akan dipercayakan kepada jajaran Polsek Bulaksumur. Sementara itu, tugas paduan suara pada upacara bulan berikutnya akan diemban guru SMA/SMK se-Kapanewon Depok.

Keterlibatan berbagai unsur secara bergiliran dalam upacara rutin menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan sinergi lintas instansi di Kapanewon Depok.

Pada September ini, keterlibatan jajaran Puskesmas Depok I, II, dan III sebagai petugas sekaligus mempertemukan semangat pengabdian dengan pesan Haornas untuk membangun masyarakat yang aktif, bugar, sehat, dan produktif. (*)

Tinggalkan Komentar