Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Perkuat Ketahanan Pangan, Koramil 11/Depok Salurkan 300 Bibit Cabai kepada KWT Teratai Mekar

Foto: Istimewa

SLEMAN-Koramil 11/Depok Kodim 0732/Sleman menyerahkan 300 bibit cabai rawit varietas kaliber kepada KWT Teratai Mekar di Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Penyerahan bantuan dirangkai dengan pengolahan lahan dan penanaman cabai bersama di demplot KWT Teratai Mekar. Kegiatan yang berlangsung Kamis 22 Oktober 2026 diikuti sekitar 20 orang dari unsur Koramil 11/Depok, penyuluh pertanian, pemerintah Padukuhan Dabag, serta pengurus dan anggota KWT.

Bantuan bagian dari program ketahanan pangan Koramil 11/Depok. Program diarahkan untuk mengoptimalkan lahan terbatas, memperkuat ketersediaan pangan keluarga, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan pertanian perkotaan.

Dalam kegiatan itu Koramil 11/Depok diwakili Babinsa Condongcatur Serda Jati Hary Prayuda bersama Peltu Rochman Yanto, Serda Susun W., dan Sertu Bambang. Danramil 11/Depok Kodim 0732/Sleman Mayor Arm Istachori, S.H., berhalangan hadir.

“Atas nama Danramil 11/Depok, kami menyerahkan bantuan bibit cabai kepada KWT Teratai Mekar. Kegiatan merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus membantu pengembangan kebun KWT,” kata Jati.

Turut hadir Ketua KWT Teratai Mekar Ida Halimah, Penyuluh Pertanian Lapangan Condongcatur Ari Indriyani, S.TP., Dukuh Dabag Ahmad Sunaryo, serta pengurus dan anggota kelompok.

Baca Juga:  Ikuti Pelatihan Kolam Ikan Bioflok, Sejumlah KWT di Condongcatur Panen Lele

Personel TNI bersama anggota KWT mengolah dua bedeng bekas tanaman kacang panjang dan tomat. Setiap bedeng berukuran 1 x 7 meter. Setelah tanah siap, sebanyak 46 bibit cabai ditanam dalam dua baris dengan jarak tanam sekitar 50 cm.

Penanaman akan dilanjutkan pada Jumat (23/10/2026) dengan menyiapkan empat bedeng tambahan berukuran sama. Dengan demikian, budi daya cabai bantuan Koramil 11/Depok akan memanfaatkan enam bedeng dengan luas keseluruhan sekitar 42 meter persegi.

Sisa dari total 300 bibit cabai akan ditanam secara bertahap pada bedeng yang telah disiapkan. Sebagian bibit juga dibagikan kepada anggota KWT Teratai Mekar untuk ditanam dan dirawat di pekarangan rumah masing-masing.

Ketua KWT Teratai Mekar Ida Halimah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Koramil 11/Depok yang tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga terlibat langsung dalam pengolahan tanah dan penanaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD, khususnya Koramil 11/Depok, yang telah bersinergi dengan KWT Teratai Mekar. Terima kasih atas bantuan bibit cabai serta kontribusi langsung dalam pengolahan lahan dan penanaman bersama,” ujar Ida.

Baca Juga:  Rebusan Jahe Merah, Bawang Putih, dan Gula Aren Redakan Batuk

Menurut Ida, keterlibatan personel Koramil memberikan tambahan semangat kepada anggota KWT untuk terus mengembangkan demplot dan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Tanaman di demplot selanjutnya akan dipelihara bersama oleh anggota KWT melalui penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit secara berkala. Perkembangan tanaman akan dipantau untuk mengetahui tingkat pertumbuhan, hasil panen, dan manfaat yang diperoleh kelompok.

Pola penanaman di demplot dan pekarangan dirancang agar manfaat bantuan menjangkau lebih banyak anggota. Selain membantu memenuhi sebagian kebutuhan cabai keluarga, hasil budi daya berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang berkaitan erat dengan kebutuhan rumah tangga dan pergerakan harga pangan. Kementerian Pertanian menempatkan aneka cabai, termasuk cabai rawit, sebagai salah satu fokus pengembangan komoditas sayuran untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, membantu pengendalian inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.

KWT Teratai Mekar berdiri pada 17 Februari 2022 dan saat ini memiliki 34 anggota aktif. Kelompok yang diketuai Ida Halimah tersebut mengelola lahan seluas sekitar 484 meter persegi di Padukuhan Dabag.

Baca Juga:  TBM Selasar Jagarumeksa Menebar Kesetaraan Akses Pendidikan di Desa Kwaren

Di lahan tersebut, anggota mengembangkan tanaman cabai, tomat, terung, gambas, buncis, kacang panjang, sawi, selada, kubis, tanaman obat keluarga, dan tanaman buah. Keterbatasan lahan disiasati melalui hidroponik, vertikultur, polibag, rak bertingkat, wall planter, serta pemanfaatan wadah bekas.

Pada 9 Oktober 2026, Universitas Gadjah Mada melalui Smart Agriculture Research Center meluncurkan Sistem Fertigasi Cerdas Terjangkau AURORA di KWT Teratai Mekar. Teknologi berbasis Internet of Things tersebut dikembangkan untuk membantu penyiraman dan pemupukan tanaman secara lebih tepat, otomatis, dan efisien.

KWT Teratai Mekar sebelumnya meraih Juara I Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas Tingkat DIY 2026 dengan nilai 883,62. Prestasi itu melengkapi Juara I Lomba Evaluasi Administrasi Tingkat Kabupaten Sleman pada 2023 serta Juara I Lomba Tanam Timun Baby Tingkat Kabupaten Sleman pada 2024.

Penyaluran bibit cabai tersebut menambah dukungan lintas sektor bagi pengembangan pertanian perkotaan di Padukuhan Dabag. Dari demplot hingga pekarangan rumah, kolaborasi TNI, penyuluh pertanian, pemerintah wilayah, dan kelompok wanita tani itu menunjukkan bahwasa ketahanan pangan dapat dibangun melalui langkah sederhana, semangat gotong royong, serta perawatan yang konsisten dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Komentar