SLEMAN-Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan pembinaan rois se-Kalurahan Condongcatur. Pembinaan dengan wisata religi ziarah ke makam para wali di Kudus, Demak dan Kadilangu Jawa Tengah, Sabtu 7 Februari 2026.
Ziarah ke makam para wali diikuti 80 peserta didampingi dukuh dan beberapa pamong. Mengawali keberangkatan digelar doa dan apel besama sekaligus sarapan pagi. Dalam sambutannya Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji menyampaikan rois mempunyai peran penting di masyarakat. Tugas antara lain sebagai pelestari adat dan tradisi serta memimpin pelaksanaan doa ritual keagamaan sesuai permintaan masyarakat seperti doa kelahiran anak dan aqiqah, tasyakuran khitan, tasyakuran pernikahan (walimatul ursy), perawatan jenazah (memandikan, mengkafani, menshalati, dan mengubur), memimpin pembacaan zikir dan doa bagi ruh yang telah meninggal dunia dan doa-doa lain menurut syariat Islam sesuai dengan permintaan masyarakat.
“Ziarah ke makam para wali menjadi momentum penting bagi para rois untuk meneladani nilai keikhlasan, pengabdian, dan keteguhan iman para wali dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk memperkuat kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat Condongcatur. Melalui kegiatan ini, kami berharap para rois dapat melayani masyarakat dengan sepenuh hati, tulus, dan berlandaskan keteladanan para wali,” ungkap Reno.
Setibanya di Kabupaten Kudus peserta melaksanakan sholat Dzuhur di masjid Al Aqsa Menara Kudus kemudian ziarah ke makam Sunan Kudus dilanjutkan ke Kadilangu ziarah di makam Sunan Kalijaga lalu melaksanakan sholat Magrib di Masjid Agung Demak. Lanjut ziarah ke makam Raden Fatah udoa dan tahlil di makam Sunan Kudus dipimpin oleh KH Rahmat Mizan. Di makam Sunan Kalijaga doa dipimpin Nur Mukhlis dan doa tahlil di makam Raden Fatah dipimpin Ustaz Tugio Abdullah.
Ketua Forum Rois Condongcatur, Tugiyo Abdullah menyampaikan kegiatan dalam rangka pertemuan rutin sekaligus wisata religi ke makam para wali penyebar agama islam di Nusantara.
“Forum Rois Condongcatur rutin mengadakan pertemuan setiap selapan sekali tiap Sabtu legi bertempat bergantian di anggota rois se-Condongcatur. Harapannya para anggota rois Condongcatur bisa menjadi garda terdepan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Kami siap mengabdi melayani sepenuh hati dengan mengedepankan etika dan syariat Islam serta ikut menjaga melestarikan tradisi budaya masyarakat setempat,” ujar Tugiyo Abdullah.
Salah satu peserta, Mustolih selaku rois Soropadan mengaku sangat senang mengikuti kegiatan. Ia berharap ke depan rois Condongcatur mempunyai seragam sebagai identitas.
“Terimakasih Pemkal Condongcatur telah mendukung penuh kegiatan pertemuan Forum Rois Condongcatur. Terimakasih juga sudah di fasilitasi para rois Condongcatur mendapat jaminan BPJS ketenagakerjaan. Kami akan terus mendukung dan mensupport penuh progam yang sudah berjalan dan yang telah direncanakan,” ucap Mustolih.
Sementara itu, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, A.Md selaku pengampu bidang kegiatan menyampaikan bahwa pembinaan rois dengan ziarah wisata religi ke makam para wali tidak hanya dimaksudkan untuk penguatan spiritual, tetapi juga meningkatkan pemahaman sejarah dan kultural Islam di Indonesia.
“Kesadaran akan sejarah perjuangan para wali penting agar para rois memiliki perspektif yang utuh dalam menjalankan peran sebagai pemuka agama di masyarakat,” jelas Al Thouvik.
Melalui pembinaan rois berbasis spiritual dan keteladanan sejarah ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap para rois semakin berintegritas serta mampu menjaga harmoni sosial dan kehidupan keagamaan di lingkungan masing-masing. (*)








