Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Tiga Calon Lurah Perebutkan 13.709 Suara di Baturetno

Ketiga calon lurah Baturetno, Tukimin, Sugiyanti, dan Sarjaka, saat memperlihatkan nomor urutnya, usai penetapan dan pengundian nomor urut di Balai Kalurahan Baturetno, Senin 21 September 2026. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Tiga calon lurah, khususnya dua dari mantan pamong kalurahan, akan bersaing ketat untuk memperebutkan kursi nomor satu di Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan. Diperkirakan, hasil pemilihan pada Minggu 4 Oktober 2026, antara pemenang dan pesaingnya, selisihnya tidak banyak.

Dua calon lurah, mantan aparat kalurahan, yakni Sugiyanti (Kepala Urusan Danarta Kalurahan Baturetno Tahun 2010-2026) dan Sarjaka (Lurah Baturetno Tahun 2012-2026). Sedangkan satu calon lainnya Tukimin tidak begitu diperhitungkan. Namun, dia bisa menjadi penentu kemenangan calon lurah di Baturetno.

Prediksi akan terjadi persaingan ketat, antara calon lurah nomor 2 Sugiyanti dan nomor urut 3 Sarjaka, terlihat saat penetapan dan pengundian nomor urut, penyampaian visi misi, kampanye, dan pasar taruhan. Calon yang dijadikan taruhan adalah nomor urut 2 dan 3. Jadi sepertinya nomor urut 1 tidak masuk bursa taruhan.

Ketatnya rivalitas kedua calon lurah tersebut, juga terbaca dari jumlah aparat keamanan, baik dari unsur Kepolisian maupun TNI, saat mengamankan aktivitas kedua calon lurah dan pendukungnya. Strategi memisah pendukung kedua calon, agar tidak berada dalam satu tempat, dan merekayasa jalur kampanye agar tidak melewati jalan yang sama, layak diacungi jempol.

Baca Juga:  UGM dan BWI Jalin Kerja Sama Pengelolaan Wakaf
Saat kampanye yang meriah tapi mendebarkan, selama tiga hari, Senin sampai Rabu (30/9/2026). (Foto: Wiradesa)

Saat kampanye selama 3 hari, mulai Senin sampai Rabu 30 September 2026, aparat Kepolisian dan TNI di tingkat Kapolsek Banguntapan dan Koramil Banguntapan terkonsentrasi di Kalurahan Baturetno. Padahal di wilayah Kapanewon Banguntapan, ada 3 kalurahan yang melaksanakan pemilihan lurah tahun 2026, yakni Baturetno, Singosaren, dan Wirokerten.

Ketiga kalurahan tersebut, semuanya ada calon dari petahana atau incumbent. Haji Sarjaka Kembali maju di Baturetno, Joko Prayitno mencalonkan lagi di Singosaren, dan Rakhmawati Wijayaningrum berkontestasi lagi di Wirokerten. Namun di mata aparat keamanan, Baturetno dipandang paling rawan.

Makanya aparat keamanan di wilayah Banguntapan tampak “allout” mengamankan pemilihan lurah di Kalurahan Baturetno. Tampak Kapolsek Banguntapan AKP. Wahyu Tri Wibowo SH. MM., terjun langsung memimpin jajarannya sejak penetapan sampai kampanye yang mendebarkan.

Pada kampanye hari terakhir, puluhan aparat keamanan, baik yang seragam maupun tidak terlihat berada di sekitar perempatan jalan Wiyoro, dekat rumah H. Sarjaka. Mereka berjaga-jaga agar tidak terjadi gangguan keamanan di dekat rumah calon lurah. Karena aparat keamanan mendeteksi ada potensi terjadi kericuhan.

Baca Juga:  Batang dan Daun Porang Tumbuh di Musim Penghujan

Bahkan seorang anggota TNI membisikkan kepada wartawan Wiradesa.co, jika dilepas akan rampung. “Kalau kita lepas rampung,” bisiknya, Rabu (30/9/2026). Artinya jika aparat keamanan tidak turun langsung, mengkondisikan lapangan, dan melakukan persuasif, maka potensi bentrokan sangat mungkin meledak di wilayah Kalurahan Baturetno.

Aparat kepolisian Polsek Banguntapan punya perhatian khusus pelaksanaan Pilur di Baturetno. (Foto: Wiradesa)

Jumlah pemilih di Kalurahan Baturetno terdata ada 13.709 suara. Sedangkan Kalurahan Baturetno terdiri dari 8 padukuhan dan terbelah oleh jalan utama (Jalan Wonosari). Sisi utara ada 3 padukuhan, meliputi Padukuhan Pelem, Kalangan, dan Mantup. Sedangkan sisi selatan ada 5 padukuhan, meliputi Padukuhan Wiyoro, Gilang, Plakaran, Ngipik, dan Manggisan.

Meski di sisi utara jalan utama hanya terdapat 3 padukuhan, tetapi jumlah suaranya melebihi sisi selatan. Total jumlah suara di 3 padukuhan tersebut 7.219 suara, dengan rincian Padukuhan Pelem 2.556 suara, Kalangan 2.461 suara, dan Mantup 2.202 suara.

Sedangkan di sisi selatan jalan utama yang terdiri dari 5 padukuhan, total jumlah suaranya 6.490 suara, meliputi Padukuhan Wiyoro 2.069 suara, Gilang 1.292 suara, Plakaran 1.122 suara, Ngipik 1.018 suara, dan Manggisan 989 suara.

Baca Juga:  Peringati HPN dan HUT PWI, Bupati Purbalingga Gelar Nge-jeep Bareng Wartawan

Dengan sebaran pemilih tersebut, maka calon lurah yang menguasai atau berhasil memikat pemilih di wilayah utara, maka kemungkinan besar akan memenangkan pemilihan pada Minggu 4 Oktober 2026. Calon yang beralamat di sisi utara jalan utama adalah Sugiyanti (Pelem Kidul RT 05). Sedangkan yang tinggal di sisi selatan jalan utama H. Sarjaka (Mantup RT 15), dan Tukimin (Besalen RT 06).

Ketua Panitia Pemilihan Lurah Baturetno 2026 Sudiantara S.IP, mengingatkan kepada para calon lurah untuk siap menang dan siap kalah. Sesuai dengan pernyataan yang sudah ditandatangani ketiga calon lurah dan diketahui oleh para pejabat terkait dan aparat keamanan, mereka dan para pendukungnya sanggup menjaga suasana yang kondusif demi kelancaran pelaksanaan pemilihan lurah Baturetno tahun 2026. Semoga pernyataan ini tidak hanya di atas kertas, tetapi benar-benar dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. (Ono)

Tinggalkan Komentar