Harga Beras Diprediksi Kembali Turun Paling Lambat Awal Maret

Kepala Dinperindag Kabupaten Purbalingga Johan Arifin. (Foto: Istimewa)

PURBALINGGA – Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, memprediksi paling lambat Maret 2023 mendatang, harga beras di pasaran akan kembali normal.

Hal itu, seiring dengan bakal datangnya masa panen raya beras, di sejumlah daerah penghasil beras. Termasuk di Kabupaten Purbalingga.

Kepala Dinperindag Kabupaten Purbalingga Johan Arifin mengatakan, diprediksi Maret mendatang akan datang masa panen raya beras. Diharapkan, hal itu akan menstabilkan harga beras di pasaran.

“Harapannya stok beras meningkat. Sehingga, otomatis dengan banyaknya stok, maka harga beras akan turun,” katanya, Jumat, 10 Februari 2023.

Dia mengakui, tingginya harga beras karena stok beras di pasaran terdampak adanya kejadian gagal panen di sejumlah daerah penghasil beras nasional.
Sehingga, untuk menstabilkan harga di pasaran dibutuhkan invervensi harga melalui operasi pasar.

Dia menyebutkan, stok beras yang ada di Gudang Bulog Purbalingga masih melimpah. Sehingga, cukup untuk menggelar operasi pasar beras, hingga panen raya mendatang.

Diberitakan sebelumnya, harga beras premium dan medium di Kabupaten Purbalingga merangkak naik, sejak Desember tahun 2022.

Baca Juga:  Budidaya Lele dan Gurami Dukung Program Penurunan Stunting

Berdasarkan pantauan harga yang dilakukan pada sejumlah pasar tradisional, diketahui harga beras Pandan Wangi kualitas Premium dijual Rp 13.750 per kilogram.

Harga beras Pandan Wangi kualitas Medium dijual Rp 12 ribu per kilogram. Harga beras IR 64 kualitas Premium dijual Rp 12.800 per kilogram. Sedangkan, beras IR kualitas Medium dijual Rp 11.700 per kilogram. (Prima Intan DI)

Tinggalkan Komentar