BANTUL – LKSA Panti Asuhan Yatim Putra Islam “An-Nur” mengajarkan kepada anak asuhnya para anak yatim untuk menanam. Mereka dibiasakan menanam apa yang dimakan dan makan apa yang ditanam.
Pengelola membangun Studio Tani di kompleks panti asuhan di Dusun Bantulkarang, Kalurahan Ringinharjo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studio Tani yang dibangun di lahan 1.000 m2, terdapat area kebun, kolam, kandang, dan bangunan joglo.
Kebun ditanami berbagai sayuran, seperti cabe, terong, selada (hijau dan merah), bokor, kemangi, kangkung, dan bayam. Selain itu juga ditanami buah-buahan, di antaranya mangga kelengkeng, jambu, alpokat, sawo, jeruk nipis, rambutan, dan anggur. Sedangkan ada beberapa kolam yang dipakai untuk memelihara ikan koi, nila, dan lele.
Di sisi belakang, terdapat kendang ayam dan kendang kambing. Kemudian di kompleks Studio Tani yang bertagline Agro Edu Sosio dan Religi dibangun joglo. “Bangunan joglo bisa dimanfaatkan untuk kegiatan workshop, social, dan pengajian. Silahkan jika ada masyarakat yang ini berkegiatan di joglo Studio Tani,” ujar Arif Subekti, pengelola Panti Asuhan Yatim Putra Islam An-Nur, Senin 20 Februari 2023.
Arif menjelaskan Studio Tani dimanfaatkan untuk melatih anak-anak panti menggeluti bidang pertanian terpadu. Anak-anak yatim dibiasakan menanam sayuran dan buah-buahan, memelihara ikan, beternak ayam dan kambing. Hasilnya selain untuk memenuhi kebutuhan pangan anak-anak asuhnya juga nantinya Sebagian dijual untuk membantu biaya sekolah anak-anak yatim yang tinggal di Panti Asuhan An-Nur.

Saat ini ada 32 orang yang tinggal di Panti Asuhan Yatim Putra Islam “An-Nur”. Mereka terdiri dari 6 anak sekolah di SD, 11 anak sekolah di SMP, 9 anak sekolah di SMA, dan 5 anak yang kuliah di perguruan tinggi. Salah satu penghuni panti yang sekarang kuliah di UAD yakni Ragil Sanjaya.
“Saya tinggal di Panti Asuhan An-Nur sudah 13 tahun. Waktu itu say akelas 2 SD,” ungkap Ragil Sanjaya. Dulu ia tinggal di Celeban, Umbulharjo, Yogyakarta. Namun karena orangtuanya bercerai dan ibunya tidak mampu membiayai tujuh anaknya, maka Ragil dan kakaknya dititipkan ke panti. Kini ibunya sudah meninggal dan ayahnya pergi ke Kalimantan.
Bunda Hj. Eny Harjanti dan Bapak H. Bambang Gunadi sebagai pendiri LKSA Panti Asuhan Yatim Putra Islam “An-Nur” terus mengupayakan anak-anak asuhnya bisa bersekolah dan kelak dapat mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah, pengelola perlu menyediakan puluhan juta rupiah setiap bulannya.
Panti Asuhan Yatim Putra Islam “An-Nur” didirikan 24 Maret 2006 dan diresmikan pada 27 Agustus 2007. Sudah 16 tahun menampung anak-anak yatim putra. Lembaga ini berkontribusi besar menghantarkan anak-anak yatim putra menjadi generasi muda yang tangguh, mandiri, dan taat beribadah. (*)







