Warga Gentan Menggelar Nyadran

Kirab gunungan dalam prosesi nyadran warga Padukuhan Gentan, Senin (13/3/2023). (Foto: Salma Abiyyu A)

WARGA Padukuhan Gentan, Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Senin 13 Maret 2023, menggelar kegiatan nyadran di kompleks makam Sindudurian. Prosesi kegiatan meliputi kirab gunungan, kenduri, makan bersama dan pentas kesenian.

Untuk kirab, dilakukan dengan mengarak gunungan hasil bumi dari masjid Al Barokah menuju makam Sindudurian yang berjarak sekitar satu kilometer. Gunungan dipikul oleh pemuda setempat, diiringi tetua Padukuhan Gentan yang mengenakan pakaian Jawa.

Sesampai di kompleks makam Sindudurian, peserta kirab dan warga yang lain kemudian menggelar kenduri. Usai kenduri, gunungan yang terbuat dari aneka hasil bumi jadi rebutan warga. Warga mempercayai bahwa bahan makanan dari gunungan itu bisa mendatangkan berkah.

Setelah berebut gunungan warga yang hadir melakukan kembul bujana atau makan bersama dari makanan yang mereka bawa dari rumah. Makanan berupa nasi uduk, ingkung dan uba rampe berupa jajan pasar. Kagiatan nyadran diakhiri dengan pentas jatilan dan macapat oleh warga setempat.

Menurut ketua panitia Rohmadi, nyadran di Padukuhan Gentan sudah dilaksanakan secara rutin sejak jaman orangtua mereka. Nyadran, kata dia, dilaksanakan setiap awal bulan Ruwah. Tujuannya untuk mendoakan arwah orangtua yang dimakamkan di makam Sindudurian.

Baca Juga:  Tanam Bersama, Lurah Kaliagung Canangkan Program Lumbung Benguk

“Di samping itu juga untuk mohon kepada Allah agar warga Gentan diberikan keselamatan serta hasil panen yang baik. Karena sebagian besar warga Gentan adalah petani,” terang Rohmadi.

Panewu Panjatan Jumarna SIP yang hadir pada acara tersebut, menyambut baik pelaksanaan nyadran di Padukuhan Gentan. Menurut Jumarna, ritual nyadran merupakan budaya warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.

“Nyadran merupakan ritual yang memiliki makna sangat dalam bagi masyarakat Jawa. Ini harus kita uri-uri agar tetap lestari dan tidak dilupakan oleh anak cucu kita,” kata Jumarna. (Salma Abiyyu A)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar