Wisatawan Asing Tertarik Budidaya Lele di Padukuhan Duwet 2 Banjarharjo

Roy Galor, wisatawan dari Inggris, saat bertemu dengan Mokhamad Kharir di lokasi kolam Pokdakan “Alam Tirto” Padukuhan Duwet 2, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, 29 Juni 2026. (Foto: Wiradesa)

Wisatawan asing tertarik budidaya lele di Padukuhan Duwet 2, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Apalagi tempatnya yang indah di tepi sungai dengan pemandangan alam yang menawan, ditambah aktivitas para petani di area persawahan khas perdesaan.

Budidaya lele yang dikelola oleh petani anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” bertempat di Padukuhan Duwet 2. Posisinya berada di antara Selokan Kalibawang dan Sungai Progo. Selokan Kalibawang berada di sebelah barat atas dan Sungai Progo di sebelah timur bawah.

Para petani dari dua Pokdakan tersebut mengelola kolam-kolam yang berada pada posisi strategis. Pokdakan Alam Tirto mengelola 62 kolam yang terdiri dari 55 kolam terpal bulat (D3 atau berdiameter 3 meter) dan 7 kolam terpal kotak (berukuran 4 x 6 meter). Kelompok ini beranggota 11 orang, meliputi 3 anggota aktif/pengelola dan 8 anggota pasif.

Sedangkan Pokdakan “Mina Sejahtera” beranggotakan 10 orang, terdiri dari 6 anggota aktif dan 4 anggota pasif. Anggota aktif mengelola 80 kolam bulat (D3) dan 24 kolam bulat (D2). Kolam berdiameter 2 meter untuk pembibitan, sedangkan kolam berdiameter 3 meter untuk pembesaran.

Baca Juga:  54 Wartawan Mengikuti Uji Kompetensi Wartawan PWI DIY

Pengadaan airnya memanfaatkan sistem grafitasi bumi. Tidak menggunakan pompa air, hanya mengalirkan air dari Selokan Kalibawang ke kolam dan pembuangannya dari kolam langsung ke Sungai Progo. Sehingga air terus mengalir, tidak berhenti di kolam-kolam. Dengan air yang terus berganti, maka ikan lele menjadi lebih sehat.

Salah seorang wisatawan asing asal Inggris, Roy Galor, mengaku senang bisa berkunjung ke tempat budidaya ikan lele di Padukuhan Duwet 2, suatu tempat yang asri dan terjaga lingkungannya. Apalagi di sekitarnya ada pemandangan alam yang indah dan aktivitas para petani saat bercocok tanam atau mengolah lahan pertaniannya.

Aktivitas petani di perdesaan yang menarik bagi wisatawan asing. (Foto: Wiradesa)

Namun Roy Galor yang juga pendongeng terkenal di Inggris ini, berharap pengelola mampu menarik pengunjung dengan bercerita terkait usaha budidaya lele, mulai dari pembuatan kolam, penyediaan bibit, pemeliharaan, sampai panen lele. “Budidaya ikan lele yang diceritakan dari awal hingga akhir akan menarik wisatawan yang datang ke sini,” ujar Roy Galor.

Penjelasan yang menarik tentang budidaya ikan lele, akan menjadi sajian wisata edukasi di wilayah Kalibawang, Kulonprogo. Apalagi wisata edukasi itu dilengkapi dengan resto yang menyajikan olahan bahan baku ikan lele, dan ditambah dengan jalan-jalan santai di sekitar tempat budidaya ikan yang pemandangannya indah.

Baca Juga:  Muntowil, Ajak Wisatawan Melihat Jogja dari Desa

Di sekitar tempat budidaya ikan lele Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” terdapat air terjun yang airnya jatuh langsung ke Sungai Progo. Kemudian ada jalan setapak yang melewati pinggir sungai, menelusuri pematang sawah, dan melewati saluran irigasi lahan pertanian atau area persawahan.

Ketua Pokdakan “Alam Tirto”, Mokhamad Kharir, berterimakasih atas kunjungan istimewa Roy Galor dan segera menindaklanjuti apa yang diharapkan wisatawan asal Inggris ini. “Untuk menjelaskan tentang budidaya ikan lele dari awal hingga akhir, kamis siap. Kemudian untuk jalur tracking akan kami usahakan bersama warga, dan untuk resto menjadi impian kami warga Padukuhan Duwet 2,” ujar Mokhamad Kharis, Se;asa 21 Juli 2026.

Dengan keberadaan puluhan kolam lele dan potensi alam yang menawan, maka di sekitar tempat budidaya ikan lele Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” Padukuhan Duwet 2, Kalurahan Banjarharjo, layak dijadikan destinasi wisata edukasi, olahraga, dan kuliner.

Edukasinya tentang budidaya ikan lele. Kemudian olahraganya, jalan santai menyusuri jalan setapak di sekitar tempat budidaya, dan kulinernya di pinggir Sungai Progo sambil menatap aliran sungai dan air terjun yang menakjubkan. Sungguh mencerahkan, menyehatkan, dan mengesankan. (Ono)

Tinggalkan Komentar