KULONPROGO – Badan Koordinasi TKA-TPA (Badko) Kabupaten Kulonprogo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar Seleksi Penghafal Alquran se-Kulonprogo pada Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di TPA Al-Muhsin, Bunder Kulon, Banaran, Galur, Kulonprogo diikuti sebanyak 93 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kulonprogo. Kategori hafalan 5 juz bagi anak SD/SMP dan 10, 20, 30 juz bagi usia maksimal 30tahun.
Seleksi menjadi ajang untuk menguji sekaligus menjaga hafalan Alquran para peserta. Dari total peserta, sebanyak 60 peserta mengikuti kategori tahfiz 5 juz, 22 peserta kategori 10 juz, 3 peserta kategori 20 juz, dan 8 peserta kategori 30 juz.
Ketua Badko TKA-TPA Kabupaten Kulonprogo, H. Agus Wantoro, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa para penghafal Alquran memiliki peran penting sebagai penjaga Alquran.
“Kegiatan seleksi tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan hafalan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan motivasi para peserta. Penghafal Alquran adalah penjaga Alquran. Ajang ini bisa untuk menambah motivasi dan semangat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalannya,” ujar Agus.
Agus juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak melihat hasil seleksi semata-mata sebagai ukuran keberhasilan. “Setiap peserta telah menjadi kebanggaan bagi keluarga dan para pendidiknya. Semua peserta akan menjadi juara bagi orang tua dan juara bagi ustaz/ahnya,” tuturnya.
Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Daerah Kabupaten Kulonprogo, Tukiran, S.A.P. Tukiran menyampaikan harapan besar adanya kegiatan. “Kegiatan yang menyasar anak-anak dan remaja diharapkan tidak berhenti pada capaian jumlah hafalan. Pembinaan yang berkelanjutan dari para ustaz dan ustazah menjadi bagian penting agar hafalan yang telah dimiliki dapat terus dijaga, ditingkatkan kualitasnya, serta membentuk karakter generasi yang dekat dengan Alquran,” jelas Tukiran.
Pada penutupan kegiatan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Daerah Kabupaten Kulonprogo, Ridwan Usman, S.H., M.M., memberikan apresiasi kepada Badko TKA-TPA Kabupaten Kulonprogo yang telah menjadi wadah bagi para penghafal Alquran dan generasi Qurani. Kolaborasi antara Badko TKA-TPA dan pemerintah daerah dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Ia berharap ke depan semakin banyak kolaborasi-kolaborasi yang dapat diselenggarakan bersama dengan Badko Kulonprogo.
“Terus tingkatkan prestasi dengan mendapatkan bimbingan secara konsisten dari ustaz dan ustazah. Dengan dukungan orang tua, pendidik, organisasi, dan pemerintah, para penghafal Alquran harapannya mampu terus berkembang serta menjadi generasi Qurani yang berprestasi dan berakhlak mulia,” jelas Ridwan.
Hasil seleksi menetapkan para peserta terbaik pada masing-masing kategori hafalan. Pada kategori 5 juz, juara I diraih Wahyu Nur Hidayati dari Galur, juara II Hanan Kenzie Nugrahanto dari Lendah, dan juara III Muhammad Arsyad Al-Ahnaf dari Lendah.
Pada kategori 10 juz, juara I diraih Naufal Hariyanto dari Wates, juara II Fatin Ula Sya’bana dari Pengasih, dan juara III Misbahul Ihsan dari Pengasih. Sementara itu, pada kategori 20 juz, juara I diraih Rizki Ahmad Taqiya dari Galur, juara II Tazkiya Faizatur Rizqi dari Lendah, dan juara III Lukman Hakim dari Sentolo.
Adapun pada kategori 30 juz, juara I diraih Vembradi Ramadhan dari Pengasih, juara II Mudzakir Hanif Faqihuddin dari Sentolo, dan juara III Habibatul Muazizah dari Galur. Capaian tersebut menjadi apresiasi atas ketekunan peserta dalam menjaga dan meningkatkan hafalan Alquran.
Seleksi Penghafal Alquran se-Kulonprogo menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam menjaga dan mengembangkan hafalan generasi muda. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat, menjaga hafalan, serta memperkuat ekosistem pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Kulonprogo. (*)






