Ancaman Penipuan Digital Meningkat di Bulan Puasa, IOH Hadirkan Inovasi Fitur IM3 Satspam+

Foto: Wiradesa

YOGYAKARTA-Ramadan, di samping lekat dengan ibadah puasa, juga identik dengan amaliah berbagi. Di momen Ramadan pula terjadi perubahan pola komunikasi. Aktivitas digital meningkat.

“Dalam satu hari bisa lebih banyak aktivitas digital, chat, lebih banyak telepon, juga lebih banyak notifikasi dibanding bulan-bulan lain,” ucap Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutvhison (IOH) mengawali sambutan buka bersama bersama awak media di Trilogi Coffee Sleman, Yogyakarta, Jumat 20 Februari 2026.

Aktivitas digital tersebut tampaknya mengiringi berbagai aktivitas khas Ramadan: mudik, berbagi THR, aktivitas belanja kebutuhan puasa dan Lebaran, hingga aktivitas sedekah digital. Semua aktivitas jalan berbarengan, aktivitas masyarakat pun berjalan lebih intens. Para pejuang Ramadan: para pekerja kantoran, pelaku UMKM, driver ojol, mahasiswa, nakes dan seluruh elemen masyarakat berupaya maksimal agar Ramadan lebih bermakna utamanya bagi keluarga.

Dikatakan Fahd, tatkala aktivitas digital masyarakat meningkat, risiko ikut bertambah. Dari catatan data 2025, dia ungkapkan, kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat 34,7 persen. Dari kejadian tersebut, 89 persen penipuan melalui Whatsapp, 64 persen melalui panggilan telepon. Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat, laporan penipuan menumpuk di Pulau Jawa. Di DIY tercatat 7034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan nilai kerugian mencapai Rp 143, 88 miliar.

Baca Juga:  Koleksi Pusaka Museum Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja Dijamas

Berpijak pada realitas tersebut, pihak IOH melalui IM3 meluncurkan kampanye IM3 Satspam+ Amankan Pejuang Ramadan sekaligus menghadirkan perlindungan Whatsapp call pertama di Indonesia. Fitur Satspam+ (satuan antiscam dan spam plus bekerja realtime untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan lewat SMS, panggilan reguler, dan Whatsapp call. Selain deteksi otomatis, fitur dilengkapi opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi.

“Fitur pengamanan tersebut didukung teknologi jaringan internet Aivolusi 5G yang lebih cepat dan aman. Gabungan kekuatan AI dan 5G,” kata Fahd seraya menyebut di DIY layanan 5G IOH menjangkau 24 kapanewon. Meliputi 14 kapanewon di Kota Yogya, 3 kapanewon di Bantul, 7 kapanewon di Sleman.

Dengan sekitar 305 BTS aktif terintegrasi dengan 5G dan teknologi AI konektivitas tetap stabil, bahkan di titik-titik mobilitas tinggi selama Ramadan.

“Sejak diluncurkan Agustus 2025, aktivasi fitur anti scam IM3 Satspam+ di Jateng DIY terus bertumbuh. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa perlindungan digital sudah menjadi kebutuhan utama. Di momen Ramadan kami berharap pelanggan lebih tenang tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan,” imbuhnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar