SLEMAN – PB PALMA GKJ Ambarrukma gelar bersih-bersih sungai Gajahwong dan berbagi kasih dengan membagikan sembako pada warga sekitar bantaran sungai, Minggu 29 Januari 2023. Kegiatan juga diikuti oleh berbagai komunitas dan dikoordinir Komunitas Peduli Gajah Wong (KPGW).
Kelestarian ekosistem sungai merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kesiapsiagaan terhadap ancaman perubahan iklim yang semakin hari semakin meningkat.
Ekosistem sungai membantu mempertahankan kelangsungan kehidupan makhluk hidup di dalamnya, yang secara tidak langsung juga mendukung terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia di sekitarnya.
Kegiatan bersih-bersih sungai dimulai dengan apel bersama untuk memantik semangat para relawan serta pemetaan dan pembagian tugas. Saat apel, dilaksanakan sarana tanggap banjir seperti pelampung, lampu sorot dan helm. Diberikan kepada tiga komunitas yang baru bergabung dalam kegiatan bersih-bersih sungai.
Di antara beberapa komunitas yang hadir adalah komunitas Rausan Fikr, Relawan Condongcatur, PMII Rayon Pembebasan, Komunitas Peduli Sungai Gajah-wong Relawan Padukuhan Ambarukmo, Ambarsiogo dan juga relawan dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga diramaikan oleh anak-anak masyarakat bantaran sungai.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memantik kesadaran bahwa kawasan sungai wajib dijaga kebersihannya, dipertahankan ekosistem pendukungnya dan dikenali dengan baik sebagai bagian tak terpisahkan dari kelangsungan kehidupan masyarakat sekitar bantaran sungai,” jelas Pendeta Jonathan Denny Subrata, GKJ Ambarrukmo.
Selain kotor dan penuh sampah, ekosistem ikan asli sungai Gajahwong juga terancam dan tergeser oleh spesies asing seperti ikan Palung, Nila, Red Devil, Bawal dan Lele. Sehingga kegiatan ini juga diisi dengan pelepasan sekitar 2.000 bibit ikan lokal yaitu ikan wader dan tawes dari Dinas Perikanan.
“Kegiatan ini semoga dapat terus berlanjut dan masyarakat sadar dan peduli terhadap kebersihan sungai. Kaline Resik Rejekine Apik,” tegas Dahono dari KPGW Saat diwawancarai Wiradesa.co.

Kegiatan berakhir sebelum adzan dhuhur berkumandang. Ditutup dengan makan bersama dan berbagi totbag untuk digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja dan mengurangi sampah plastik yang memenuhi sungai. (M. Yuniar Avicenna)








