Bikers Subuhan Jogja Semarakkan Salat Subuh Berjamaah di Kulonprogo

Foto: Istimewa

KULONPROGO-Sebanyak 60-an anggota Bikers Subuhan Jogja (BSJ) dengan berbagai jenis dan merek sepeda motor mengikuti kegiatan Subuhan Berjamaah #375 di Masjid Zainul Ikhsan Segoro Ati, Jalan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Banaran, Galur, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 30 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada waktu Subuh pukul 04.25 tersebut diawali dengan keberangkatan peserta dari titik kumpul di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta. Para peserta mulai berkumpul sejak pukul 03.15 sebelum melakukan riding bersama menuju lokasi kegiatan.

Perwakilan Bikers Subuhan Jogja, Agus PW, menjelaskan bahwa kegiatan Subuhan ke-375 diawali dengan persiapan dan pengarahan singkat sebelum rombongan berangkat menuju Kulonprogo.

“Peserta mulai berkumpul di Nol Kilometer Yogyakarta pukul 03.15 dan tepat pukul 03.30 rombongan mulai bergerak menuju Masjid Zainul Ikhsan Segoro Ati untuk melaksanakan Salat Subuh berjamaah,” ujar Agus.

Setibanya di lokasi, para peserta langsung bergabung dengan jamaah setempat untuk melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari takmir masjid, sambutan dari perwakilan Bikers Subuhan Jogja yang disampaikan Agus PW, tausiyah agama oleh Ustad Koko, sesi foto bersama, serta ramah tamah dengan jamaah dan masyarakat sekitar.

Dalam tausiahnya, Ustaz Koko menyampaikan hikmah keteladanan Nabi Ibrahim AS menjelang Hari Raya Iduladha. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS memberikan pelajaran berharga tentang keselarasan antara ucapan dan tindakan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Baca Juga:  Pilih STB Tersertifikasi Kominfo

“Sinergi antara lisan yang terjaga dan komitmen yang kokoh pada diri Nabi Ibrahim AS menghasilkan kepribadian yang utuh. Beliau mengajarkan kepada kita bahwa religiusitas tidak hanya berhenti pada ucapan di bibir semata, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata, meskipun harus mengorbankan hal-hal yang paling kita cintai di dunia ini,” tuturnya Ustaz Koko.

Pesan tersebut mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga keimanan, keikhlasan, serta konsistensi dalam menjalankan ajaran agama di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Usai rangkaian kegiatan di masjid, rombongan BSJ melanjutkan agenda riding bersama menyusuri kawasan pesisir selatan Kulonprogo dan melintasi Jembatan Kabaran Pandansimo, yang menjadi salah satu ikon jalur selatan Yogyakarta.

Sementara itu, Muhammad Anis Fauzi, mewakili Bikers Subuhan Jogja, menjelaskan bahwa BSJ merupakan komunitas dakwah berbasis kendaraan roda dua yang bertujuan meramaikan saf Salat Subuh berjamaah di berbagai masjid di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Bikers Subuhan adalah komunitas dakwah dengan berkendara roda dua yang bertujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai masjid dengan cara yang berbeda. Melalui kegiatan riding dari masjid ke masjid, dakwah menjadi lebih dekat, menyenangkan, dan membangun persaudaraan,” jelas Anis.

Baca Juga:  Jempol! Kepedulian Anggota Komunitas Koplaxs Dieng Jeep Adventure

Ia menambahkan bahwa Bikers Subuhan pertama kali berdiri di Lampung, sedangkan Yogyakarta menjadi kota ketiga yang mengembangkan gerakan tersebut. Bikers Subuhan Jogja resmi berdiri pada 29 Juli 2017 dan hingga kini terus aktif menyelenggarakan kegiatan dakwah serta aksi sosial kemasyarakatan.

Menurut Anis, salah satu keunikan komunitas ini adalah seluruh anggotanya memiliki sapaan yang sama, yaitu ketua, sebagai simbol kesetaraan dan ukhuwah tanpa membedakan latar belakang sosial, profesi, maupun status ekonomi.

Fokus utama kegiatan BSJ adalah riding safari Salat Subuh berjamaah di berbagai masjid yang tersebar di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Selain itu, komunitas ini juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti distribusi air bersih ke daerah terdampak kekeringan, santunan anak yatim, bantuan tandon air untuk masjid, bakti sosial, hingga khitan massal.

Saat ini, anggota yang tergabung dalam grup komunikasi BSJ mencapai sekitar 500 orang. Dalam kegiatan rutin mingguan, peserta yang hadir rata-rata mencapai 70 hingga 80 sepeda motor yang terdiri atas berbagai merek, tipe, dan kapasitas mesin, termasuk sepeda motor listrik.

Anis juga mengajak masyarakat yang ingin bergabung untuk langsung hadir di titik kumpul maupun masjid tujuan setiap kegiatan Subuhan berlangsung.

Baca Juga:  Peserta Didik PAUD Asparagus II Babadan Baru Belajar Gamelan di Kalurahan Condongcatur

“Bagi masyarakat yang ingin bergabung tidak perlu melalui proses yang rumit. Cukup datang ke titik kumpul atau langsung ke masjid tujuan. Bikers Subuhan terbuka untuk siapa saja yang ingin memakmurkan masjid dan mempererat silaturahmi,” katanya.

Sebagai pusat koordinasi kegiatan, Sekretariat Bikers Subuhan Jogja berada di Masjid Baitussalam Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sementara kantor administrasi komunitas berada di sebelah utara area masjid.

Masyarakat yang ingin mengetahui informasi kegiatan, lokasi tujuan Subuhan berjamaah, serta jadwal masjid yang akan disambangi pada putaran berikutnya dapat mengikuti media sosial resmi Bikers Subuhan Jogja. Informasi mengenai jadwal kegiatan, dokumentasi perjalanan, kajian keislaman, serta berbagai kegiatan sosial komunitas dipublikasikan secara berkala melalui platform tersebut.

Melalui semangat gas ke masjid, Bikers Subuhan Jogja berharap dapat terus menjadi wadah dakwah yang inklusif, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan yang telah berjalan sejak 2017 ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya. (*)

Tinggalkan Komentar