Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Hadiri Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo Tegaskan Jakarta Aman dan Kondusif

SMSI mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi di Hall Dewan Pers, Jakarta. (Foto: Dok. SMSI)

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi di Hall Dewan Pers, Jakarta. Pengukuhan ini dihadiri oleh pengusaha nasional sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hasyim S. Djojohadikusumo, yang menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa situasi Jakarta aman dan kondusif di tengah riuhnya simpang siur informasi.

Lima provinsi yang menjadi pilot project dalam pengukuhan ini meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen merawat desa sebagai etalase dan garda terdepan negara.

“Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan.

Hasyim S. Djojohadikusumo yang hadir sebagai keynote speaker mengapresiasi terobosan SMSI dan mengingatkan pentingnya peran pers dalam menyajikan informasi yang faktual. Ia meminta insan media tidak menyampaikan berita yang menyesatkan atau keluar dari konteks agar tidak mendistorsi kebijakan pemerintah.

Baca Juga:  Menunggu Datangnya Musim Ikan di Sungai Progo

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini (Jakarta) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,” ucap Hasyim.

Selain membahas isu jurnalistik, Hasyim turut merespons usulan Firdaus terkait perbaikan fasilitas Gedung Dewan Pers agar lebih representatif dalam menampung kegiatan konstituen. Hasyim berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi langsung bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.

Rangkaian acara ditutup dengan dialog nasional yang menghadirkan pakar ekonomi serta Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., dengan moderator Guru Besar PTIK, Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto. (*)

Tinggalkan Komentar