SLEMAN– Malam tirakatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia sebuah tradisi yang sarat makna bagi masyarakat Indonesia. Pada malam 17-an atau Sabtu 16 Agustus 2025 di seluruh pelosok Tanah Air melaksanakan acara malam tirakatan, malam sebelum perayaan puncak HUT RI pada 17 Agustus 2025 dengan upacara bendera.
Makna malam tirakatan sebagai refleksi dan ungkapan rasa syukur, penghormatan kepada para pahlawan dan pendiri bangsa, disertai doa bersama. Malam tirakatan juga dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan serta mengenang perjuangan juga menatap masa depan bangsa.
Malam tirakatan banyak diisi dengan pentas seni dan budaya baik anak-anak, ibu-ibu maupun bapak-bapak yang bikin meriah suasana.
Seperti terlihat di RW 28 Gaten Dabag Condongcatur semua warga berkumpul dan khidmat mengikuti tirakatan dan pentas seni. Yang menarik ketika umumnya di tempat lain hampir semua menggunakan background banner printing tetapi di RW 28 Gaten background memanfaatkan media kertas kantong semen digambari garuda memakai pewarna cat tembok.
Terlihat juga di RW 34 Kaliwaru Condongcatur, tirakatan dengan kenduri dan tumpeng yang setelah dilakukan doa oleh kaum rois dibagikan kepada warga peserta malam tirakatan dipanjutkan pertunjukkan wayang climen oleh Ki Bambang Mardiono dari Sambisari Kalasan Sleman. Sedangkan pentas seni di RW 45 Kayen salah satunya menampilkan tari angguk joss.
“Terimakasih kepada segenap RT, RW dan padukuhan serta seluruh warga masyarakat Condongcatur atas penyelenggaraan malam tirakatan dan pentas secara kompak, kreatif, guyub rukun. Warga melaksanakan dengan baik. Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga rasa cinta Tanah Air terus tumbuh di setiap generasi negeri ini,” kata Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji. (*)







