Bangkit Jagal Cilik Kalibawang

Bangkit, melepas tali di bagian kepala sapi. (Foto: Wiradesa)

Ada yang menarik saat penyembelihan hewan kurban sapi di sisi kiri Masjid Baiturrohmah Ngipikrejo II, Rabu 27 Mei 2026. Terlihat seorang anak yang terlibat aktif memasukkan sapi ke kerangka besi, mengikatnya dengan sabuk, dan mengusap-usap kepala sapi sebelum disembelih.

“Anak itu bernama Bangkit. Menjelang Idul Adha setiap hari sepulang sekolah, dia ngarit untuk pakan sapi yang mau disembelih,” ujar Catur, salah satu panitia penyembelihan hewan kurban di Masjid Baiturrohmah Ngipikrejo II, Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, Rabu (27/5/2026).

Menurut Catur, anak itu tahun lalu juga aktif dalam proses penyembelihan hewan kurban sapi. Tidak seperti anak-anak lain yang biasanya takut dengan sapi yang mau disembelih, apalagi saat melihat sapi yang meronta-ronta mau lari, dan darah yang muncrat dari leher sapi usai disembelih.

Namun Bangkit Wijaya ini agak lain. Saat anak-anak seusianya takut, banyak yang menjauh, tetapi anak kelas 6 sekolah dasar ini justru mendekat dan terlibat aktif ikut menarik sapi untuk dimasukkan dalam kerangka besi, mengikat perut dan kaki sapi, dan mengusap-usap kepala untuk menenangkan sapi.

Baca Juga:  Tiket Toilet Wisata Sarangan 1 x Pakai Rp 3.000

Ketika seorang jagal profesional Mas Bagyo menyembelih leher sapi, Bangkit tetap memegang kepala sapi, bahkan tangan, kaki, dan pakaiannya sampai terkena seprotan darah yang memancur dari leher sapi. Bangkit tidak terlihat jijik, tetapi tampak seperti para tukang jagal yang berpengalaman. Dia tetap fokus membantu lancarnya penyembelihan sapi.

Bangkit Wijaya mengusap-usap sapi yang telah disembelih. (Foto: Wiradesa)

Kenapa anak ini terlihat seperti “menikmati” pekerjaan atau profesi sebagai tukang jagal sapi? Bangkit tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan. Bahkan saat difoto-pun, dia memalingkan muka. Anak ini lebih tertarik untuk terlibat aktif dalam proses penyembelihan sapi.

Sekretaris Takmir Masjid Baiturrohmah, Tuharno, menjelaskan Bangkit Wijaya, siswa kelas 6 SD Dekso II, tidak punya sapi. Namun, putra Mbak Lis yang tinggal di RT 26 Padukuhan Ngipikrejo II ini sepulang sekolah biasanya ngrewangi ngarit tetangganya, Mas Toro, mencari rumput untuk pakan sapi yang mau disembelih.

Melihat sikap dan cara kerja Bangkit Wijaya saat terlibat aktif dalam proses penyembelihan hewan kurban sapi, bukan tidak mungkin di masa depan, anak ini kelak menjadi tukang jagal profesional di wilayah Kalibawang dan sekitarnya. (Ono)

Tinggalkan Komentar