Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Tinggal di Kandang dari Kardus Bekas, DOC Ayam Kampung tetap Nyaman dan Sehat

Kandang penghangat bagi DOC ayam kampung dapat memanfaatkan kardus bekas yang dilengkapi penerangan lampu listrik 5Watt. (Foto: Wiradesa)

POJOK halaman belakang rumah yang tertutup tembok dapat difungsikan sebagai tempat ternak ayam kampung menetas. Asal tidak hujan proses penetasan ayam kampung dapat berjalan lancar. Induk betina akan mengerami telur selama 21 hari.

Dari tiga induk betina yang dipelihara Asna, pada Juli-Agustus 2026 sebanyak dua puluh tiga telur ayam dierami. Ada beberapa butir telur yang tak sempat dierami karena pecah oleh tingkah induknya yang rusuh. Dan sebagian lagi retak lalu masuk penggorengan.

“Sembilan hari lalu, satu ayam yang bertelur paling awal sudah menetas. Dari tiga telur berhasil menetas dua. Langsung dipisah dari induk. Masuk ke kandang penghangat lampu listrik,” kata Asna, Minggu, 9 Agustus
2026.

Menurut Asna yang tinggal di Kulonprogo, sebagai pemula, rumus beternak ayam kampung yang ekonomis coba dia terapkan. Pakan indukan bahan utama campuran dedak dan nasi aking yang dikumpulkan ibunya. Tempat menetas telur dan mengerami serta kandang penghangat memakai kardus bekas. Kardus mie instan dipilih sebagai tempat bertelur dan mengerami. Sedangkan kardus bekas wadah kulkas dipakai sebagai tempat menaruh anakan ayam (DOC) usai dipisah dari indukan.

Baca Juga:  Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 (1) Penuh Risiko dan Tak Ada Upah

“Media bertelur dan mengerami memakai jerami padi atau damen yang diambil dari sawah. Untuk alas kandang penghangat memakai sekam limbah penggilingan padi,” kata Asna.

Kandang penghangat dari kardus bekas kulkas berukuran panjang 70cm lebar 60 cm dan tinggi 50 cm. Penghangat dengan lampu listrik berdaya 5 watt. Penerangan lampu sebagai penghangat dinyalakan selama 24 jam. DOC yang baru menetas di hari pertama diberi asupan minum air putih ditambah sedikit gula pasir. Pada hari kedua mulai diberi pakan BR 1 yang digerus lembut.

“Di kandang penghangat nantinya sekitar sebulan. Sampai bulu-bulu ayam agak tebal. Sehingga ketika dipindah ke kandang pembesaran lebih aman dari suhu dingin,” ujarnya.

Dari dua DOC ditambah enam DOC yang sudah menetas langsung dipindah pada hari pertama menetas ke kandang kardus berpenghangat lampu listrik 5 watt, Asna mengamati DOC tampak nyaman dan sehat. Tidak berisik karena suhu cukup hangat. Hari kedua DOC mulai doyan makan dan minum. (Sukron)

Tinggalkan Komentar