SLEMAN-Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Hidayah Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, menggelar rihlah edukatif dan wisata religi ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 26 September 2026.
Diikuti 96 peserta, perjalanan memadukan rekreasi, kebersamaan, ibadah, dan pembinaan untuk menumbuhkan semangat anak-anak belajar Al-Qur’an sekaligus semakin dekat dengan masjid.
Peserta terdiri atas 47 santri, 35 wali santri, 11 pengurus Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK), dan tiga ustazah. Santri yang mengikuti rihlah berusia mulai 4 hingga 16 tahun.
Kegiatan terselenggara atas kerja sama Takmir Masjid Nurul Hidayah, TPA, wali santri, dan jemaah masjid yang tergabung dalam kepanitiaan. Waryono dipercaya sebagai ketua panitia, didukung jajaran pengurus takmir sekaligus jamaah rutin Masjid NHK, di antaranya Wagiran, Sudiyatmo, Suratno, Suhari, Waridi, Sukeni, Hartanti, serta pengurus lainnya.
Rombongan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus medium berkapasitas sekitar 35 penumpang. Peserta berkumpul di halaman parkir Auriga sejak pukul 06.30 sebelum bertolak menuju Kabupaten Magelang pada pukul 07.00.
Rombongan tiba di Lintang Waterpark Education, Sumberarum, Tempuran, Kabupaten Magelang. Para santri menikmati kegiatan bermain air dan berenang. Pengelola juga mengadakan sesi tanya jawab yang disambut antusias anak-anak.
Kegiatan rekreasi berlangsung aman dan menyenangkan. Selain menjadi ruang penyegaran bagi santri, perjalanan bersama tersebut menjadi sarana membangun keakraban antara anak-anak, orang tua, ustazah, dan jajaran Takmir Masjid Nurul Hidayah.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Di masjid tersebut, peserta melaksanakan salat berjamaah sebelum mengikuti sesi motivasi.
Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen, Ari Yulianto, S.Pd.I., mengatakan pihaknya mendukung penuh berbagai kegiatan TPA. Rihlah dipilih sebagai salah satu kegiatan yang ringan, menyenangkan, dan positif. Sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan dan kerja sama antara santri, wali santri, ustazah, jajaran takmir dan jamaah masjid.
“Bismillah, kami akan terus mendukung kegiatan TPA dalam rangka membangun karakter anak-anak sebagai generasi penerus agar menjadi anak yang saleh dan salehah,” kata Ari.
Ari Yulianto berpesan agar para santri semakin rajin mengikuti TPA dan terus memiliki semangat belajar. Kepada para wali santri, ia mengajak mereka terus mendampingi dan memotivasi putra-putrinya agar belajar agama serta membangun kedekatan dengan masjid.
“Jangan jauhkan anak-anak dari masjid. Masjid adalah pusat berbagai kegiatan di tengah hiruk-pikuk kehidupan pada era sekarang,” ujarnya.
Wagiran, pengurus Takmir sekaligus jemaah rutin Masjid Nurul Hidayah Kayen, turut memberikan motivasi kepada para santri. Ia mengajak anak-anak berinteraksi melalui sejumlah pertanyaan dan berbagi rezeki sebagai ungkapan rasa syukur. Suasana berlangsung cair dan penuh kegembiraan ketika para santri antusias menjawab pertanyaan.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan singgah di Pasar Rejowinangun. Rihlah menjadi bagian dari perjalanan panjang TPA Nurul Hidayah dalam mendampingi pendidikan agama anak-anak di Padukuhan Kayen. TPA yang berada di bawah naungan Takmir Masjid Nurul Hidayah itu berdiri pada 1 Januari 1989.
Bersekretariat di Kayen RT 05 RW 44, Condongcatur, Depok, Sleman, TPA Nurul Hidayah saat ini memiliki 42 santri aktif yang didampingi empat ustazah, yakni Nur Aini, Yuni Supriyati, Nenny Nurmaya, dan Susi Widiastuti.
Pembelajaran rutin berlangsung setiap Rabu, Kamis, dan Sabtu pukul 16.00–17.30. Materi pokok meliputi membaca dan menulis Al-Qur’an serta hafalan. Adapun materi penunjang mencakup praktik ibadah, doa sehari-hari, akidah dan akhlak, serta kisah para nabi.
Direktur TPA Nurul Hidayah, Susi Widiastuti, S.Pd., mengapresiasi dukungan ketakmiran, jemaah, dan wali santri yang selama ini turut menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Masjid Nurul Hidayah.
“Terima kasih kepada jajaran takmir atas dukungannya, warga masjid yang turut peduli terhadap TPA, serta wali santri yang selalu siap bekerja sama memotivasi putra-putrinya menjadi generasi pembelajar Al-Qur’an. TPA terus berharap dukungan dari semua pihak,” ujar Susi.
Menurut Susi, TPA Nurul Hidayah tetap eksis pascapandemi meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah jam pulang sekolah anak-anak yang semakin sore. Sebagian santri terkadang datang melewati pukul 16.00 tetapi tetap menunjukkan semangat untuk hadir dan belajar.
Di tengah tingginya penggunaan gawai pada anak, TPA menerapkan kebijakan santri tidak membawa telepon seluler selama mengikuti pembelajaran. Kebijakan tersebut dikomunikasikan kepada wali santri agar waktu belajar dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus memperkuat interaksi langsung antarsantri.
Agar suasana belajar tetap menyenangkan, kegiatan TPA dibuat variatif melalui mewarnai, bercerita, makan bersama, jalan-jalan, hingga tadabur lingkungan di sekitar Padukuhan Kayen.
Takmir Masjid Nurul Hidayah juga memberikan dukungan berupa dana stimulan Rp1 juta setiap bulan untuk membantu honorarium ustazah dan operasional TPA, termasuk kegiatan, keikutsertaan dalam perlombaan, dan pelatihan.
Para santri juga didorong terlibat dalam kehidupan masjid melalui salat berjemaah, kegiatan peringatan hari besar Islam, serta kesempatan tampil dalam pengajian rutin malam Sabtu.
Dukungan terhadap keberadaan TPA disampaikan dr. Neni Ramayani, M.K.M., wali santri Almira. Ia mengapresiasi Masjid Nurul Hidayah dan para pengampu TPA yang telah menyediakan ruang bagi anak-anak untuk belajar agama.
“Alhamdulillah, putra-putri senang dan bertambah ilmunya. Dengan diajak rihlah, semoga anak-anak semakin bersemangat mengaji di TPA Nurul Hidayah Kayen. Insyaallah, sebagai wali santri kami siap diajak bekerja sama dan sangat mendukung,” kata Neni.
Rihlah pada Sabtu, 26 September 2026, akhirnya bukan sekadar perjalanan untuk berekreasi. Bagi keluarga besar TPA Nurul Hidayah, perjalanan dari Kayen menuju Magelang menjadi ruang belajar yang berbeda: anak-anak dapat bergembira bersama, beribadah berjemaah, memperoleh motivasi, mempererat persahabatan, serta merasakan bahwa belajar dan tumbuh bersama masjid dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Setelah lebih dari 37 tahun membersamai pendidikan Al-Qur’an di Kayen, TPA Nurul Hidayah terus menjaga satu semangat: membuat anak-anak senang belajar, mencintai Al-Qur’an, berakhlak baik, serta tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan masjid. (*)






