BUAH Sawo menjadi ikon Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena di wilayah ini ada ratusan pohon Sawo.
Peserta Sekolah Jurnalisme Desa #2 Bantul, Ayu Bella, menyebutkan ada 145 pohon Sawo dalam satu kalurahan Dlingo. “Sehingga jika panen, produksi Sawo melimpah,” ujar Ayu Bella, yang tinggal di Dlingo, Kamis 20 April 2022.
Kini, Pemerintah Kalurahan Dlingo berusaha memberdayakan kaum perempuan, khususnya ibu-ibu untuk membuat olahan makanan berbahan baku Sawo.
Dari tangan ibu-ibu PKK Kalurahan Dlingo kini tercipta berbagai macam makanan hasil olahan Sawo. Antara lain dodol, pie, kismis, dan stik Sawo.
Untuk mensosialisasikan olahan Sawo, sekarang setiap tahun, saat ulang tahun Kalurahan Dlingo digelar lomba masak makanan berbahan baku Sawo. Setiap padukuhan wajib ikut lomba. Di Kalurahan Dlingo ada 10 padukuhan.
Lurah Dlingo, Agus Purnomo mengungkapkan penentuan atau peresmian buah Sawo menjadi ikon Kalurahan Dlingo pada 22 Agustus 2021. Pak Lurah berharap olahan Sawo bisa terkenal dan menyejahterakan warga Dlingo.
Pohon Sawo itu sangat berarti bagi warga desa. Karena tanaman Sawo menjadi penanda bagi para pejuang, sehingga tanaman ini dikenal atau dijuluki Pohon Sandi. “Jadi tanaman Sawo memiliki nilai sejarah yang tinggi dan manfaatnya juga tinggi,” ujar Agus Purnomo.
Manfaat buah Sawo, antara lain melancarkan proses pencernaan, mencegah peradangan, mengobati batuk, memelihara kesehatan tulang, dan memelihara kesehatan kulit.
Selain itu buah Sawo juga bermanfaat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker, menstabilkan tekanan darah, mengatasi anemia, dan meningkatkan kualitas penglihatan.
Sehingga olahan makanan berbahan baku Sawo sangat bagus untuk dikonsumsi. (*)







