Relawan Condongcatur Dibekali Keterampilan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Foto: Istimewa

Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana terus dilakukan Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sosialisasi strategi relawan dan masyarakat dalam manajemen kebencanaan berbasis masyarakat berbagai unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat setempat dibekali pengetahuan serta keterampilan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Kegiatan diinisiasi BPBD DIY menghadirkan anggota Komisi A DPRD DIY, Dr. Yuni Satia Rahayu, S.S., M.Hum., sebagai narasumber dengan materi “Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana”, serta Elfram Yuliawan, S.E., Pranata Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta, yang menyampaikan materi “Strategi Relawan Masyarakat dalam Manajemen Evakuasi dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Kalurahan Condongcatur.” Acara dipandu oleh Fitri Mariana, S.H., M.Acc., dari BPBD DIY, selaku moderator dan pembawa acara.

Sosialisasi diikuti Satgas Kebencanaan Condongcatur, Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB), Dapur Umum (DU), Satlinmas, serta perwakilan masyarakat. Hadir pula Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, S.IP., M.AP., Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc., jajaran BPBD DIY, Basarnas Yogyakarta, serta unsur DPRD DIY.

Dalam sambutannya, Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto menyampaikan apresiasi kepada Yuni Satia Rahayu beserta BPBD DIY atas dukungan dalam meningkatkan kapasitas relawan di Kalurahan Condongcatur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yuni Satia Rahayu yang telah mengarahkan terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para relawan Kalurahan Condongcatur. Manajemen kebencanaan hidrometeorologi menjadi bekal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sehingga mampu melindungi masyarakat dan memperkecil risiko bencana yang mungkin terjadi,” ujar Budi Arto.

Baca Juga:  Jamaah Haji Kloter 49 SOC Bersiap Wukuf di Arofah

Budi Arto mengingatkan bahwa musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober perlu diantisipasi bersama. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau yang cukup panjang. Relawan adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur dengan DPRD DIY, BPBD DIY, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu Yuni Satia Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian Komisi A DPRD DIY terhadap keberadaan relawan yang selama ini menjadi ujung tombak penanggulangan bencana di tingkat masyarakat.

Yuni menilai ancaman bencana hidrometeorologi, seperti angin puting beliung dan kebakaran, masih memerlukan perhatian serius, terutama terkait perubahan perilaku masyarakat.

“Apakah perilaku masyarakat sudah berubah? Faktanya masih ditemukan praktik pembakaran sampah yang dapat memicu kebakaran. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar kesadaran dalam mengurangi risiko bencana semakin meningkat,” kata Yuni Setia Rahayu

Baca Juga:  462 Anggota KPPS Condongcatur Jalani Pelantikan

Yuni juga mengungkapkan bahwa Peraturan Daerah DIY tentang Penanggulangan Bencana saat ini sedang dalam proses revisi. Salah satu materi yang akan diperkuat adalah pengaturan mengenai potensi gempa bumi megathrust di wilayah DIY, termasuk strategi mitigasi dan penanganannya agar daerah lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Pada sesi berikutnya, Elfram Yuliawan Pranata Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta, memaparkan strategi evakuasi masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Materi meliputi prinsip keselamatan penolong, teknik evakuasi korban, koordinasi lapangan, hingga prosedur pertolongan pertama sesuai standar operasi pencarian dan pertolongan.

Sebagai penguatan materi, Basarnas Yogyakarta menggelar simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) menggunakan manekin pelatihan. Seluruh peserta diberikan kesempatan mempraktikkan teknik penanganan korban henti napas dan henti jantung secara langsung dengan pendampingan instruktur.

Dalam sesi praktik tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai penilaian awal kondisi korban, prosedur meminta bantuan, teknik kompresi dada yang benar, penggunaan alat bantu pernapasan, hingga prinsip keselamatan bagi penolong.

Menegaskan pentingnya kompetensi relawan, Elfram Yuliawan mengatakan bahwa kemampuan teknis harus selalu diiringi dengan penerapan prosedur keselamatan.

“Relawan merupakan garda terdepan yang sering kali tiba lebih awal di lokasi kejadian. Karena itu, setiap relawan harus memahami prinsip keselamatan diri terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan kepada korban. Penolong yang selamat akan mampu menyelamatkan lebih banyak jiwa,” terang Elfram.

Baca Juga:  Prihatin Klithih, Anak-anak Butuh Pola Asuh yang Seimbang dan Sehat

 

Elfram menambahkan, pelatihan semacam ini bertujuan membentuk relawan yang tangguh, terampil, dan mampu bertindak cepat sesuai prosedur.

“Kami ingin membekali relawan dengan kemampuan dasar evakuasi, Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP). Ketika menghadapi kondisi darurat, relawan diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, aman, dan sesuai prosedur sehingga peluang keselamatan korban semakin besar,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengikuti simulasi, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai penanganan bencana di lingkungan masing-masing. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya komitmen relawan dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sebagai garda terdepan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan penanggulangan bencana di tingkat kalurahan, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, BPBD DIY, DPRD DIY, Basarnas, dan seluruh elemen relawan.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama BPBD DIY, DPRD DIY, dan Basarnas Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya sadar bencana, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Kalurahan Condongcatur sebagai Kalurahan Tangguh Bencana yang memiliki masyarakat siap siaga, tanggap, dan mampu menghadapi berbagai ancaman bencana secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Komentar