Tahun Ajaran 2026-2027 Terima 11 Kelas, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (MuChild) Ditunjuk Kemdikbudristek Sebagai Sekolah Model PM dan KKA

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Naning Hidayati S.Pd M.Pd. (tiga dari kanan), bersama WaKa Kurikulum, WaKa Humas, WaKa Keislaman, dan WaKa Kesiswaan saat pelaksanaan Sosialisasi Program Sekolah Tahun Pelajaran 2026/2027 SMP Muhamadiyah 2 Yogyakarta, Jumat (10/7/2026). Tampak saat WaKa Eko Nurhidayat SS menjelaskan tentang Bidang Kesiswaan. (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (MuChild) ditunjuk oleh Kemdikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) sebagai sekolah model PM (Pembelajaran Mendalam) dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) Tahun 2026.

Dengan amanah tersebut, Kepala Sekolah SMP MuChild bersama para wakilnya dan guru kelas memaparkan program sekolah kepada para orangtua siswa pada acara Sosialisasi Program Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta di Aula SMP MuChild, Yogyakarta, Jumat 10 Juli 2026.

Kepala Sekolah SMP MuChild, Naning Hidayati S.Pd M.Pd, menjelaskan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggunakan kurikulum dengan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam). Pendekatan tersebut lebih menekankan pada meaningful learning (bermakna), mindful learning (penuh perhatian), dan joyful learning (menyenangkan).

“Kalau di sekolah lain pada hari pertama masuk sekolah langsung pelajaran, di sekolah kami tidak. Hari pertama, anak-anak dibuat senang gembira. Siswa baru dipersilahkan melihat penampilan pentas kakak-kakaknya di halaman sekolah,” ujar Naning Hidayati. Cara seperti itu sesuai dengan pendekatan joyful learning.

Dalam kerangka pembelajaran mendalam, SMP MuChild ingin merealisasikan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta mewujudkan kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Prinsip pembelajarannya, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Untuk pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital.

Baca Juga:  Dolan ke Padepokan Kilen Lepen, Mencoba Susahnya Melepaskan Tali dari Mainan Asah Otak

Terkait dengan struktur kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Fera Fijantari M.Pd, memaparkan struktur kurikulum di SMP MuChild dibagi menjadi dua kegiatan pembelajaran utama, yaitu pembelajaran regular atau rutin (kegiatan intrakurikuler) dan kokurikuler. Kegiatan kokurikuler diimplementasikan dalam projek lintas Mata Pelajaran.

Sedangkan media pembelajarannya memanfaatkan aplikasi Whatsapp, YouTube, Rumah Pendidikan, dan Buku. Media sosial Whatsapp digunakan untuk menyampaikan segala informasi dari wali kelas dan guru mapel melalui Grup WA Kelas.

Media YouTube untuk menyampaikan materi pembelajaran dari guru. Para siswa bisa melihat malalui kanal YouTube Muchild TV sesuai materi KD. Pemanfaatan Rumah Pandidikan menggunakan akun belajar.id dari Kemendikbud untuk guru dan siswa. Untuk melengkapi pembelajaran, para siswa juga didorong untuk memanfaat buku, baik buku paket maupun buku pendamping.

Para Wali Kelas VII (11 kelas) dan Guru BK SMP MuChild Yogyakarta. (Foto: Wiradesa)

Dalam pertemuan dengan orangtua siswa, WaKa Kurikulum, Fera Fijantari, memperkenalkan 11 wali kelas mulai dari Kelas VII A sampai K dan 3 guru BK. Wali Kelas VII A diamanahkan kepada Ananda Diva S.Pd, Walas VII B Zhafirah Salma S.Pd, Walas VII C Angga Yudi S.Pd, Walas VII D Aprilia Ratna S.Si, Walas VII E Fajar Noor Trisna M.Pd.

Baca Juga:  Arum Fitria, Penyuluh KB Kecamatan Padamara Berhasil Raih Juara Nasional Penyuluh KB PNS 2021

Selanjutnya Walas VII F Wahyu Cholivah M.Pd, Walas VII G Bayu Widya Dwi S S.Pd, Walas VII H Juwanti M.Pd, Walas VII I Fajri Nor Hayati S.Pd, Walas VII J Rahayu Kismawati S.Pd, dan Walas VII K Marwah Annisa S.Pd.

Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menerima 11 kelas, terdiri dari 7 Kelas Reguler (Kelas VII A, B, C, D, I, J, K) dan 4 Kelas Peminatan. Kelas Peminatan meliputi Kelas Bahasa Internasional (Kelas VII E), ICT (Kelas VII F), Saintek (Kelas VII G), dan Tahfizh (Kelas VII H) masing-masing 1 kelas.

Sedangkan Guru BK untuk Kelas VII A, B, C, F, G, K Iqbal Yusril S.Pd, Kelas VII D, H, Larindah Septiyani S.Pd, dan Kelas VII E, I, J Yeni Muhliawati S.Pd, M.Psi.

Pada sosialisasi program sekolah, WaKa Kesiswaan Eko Nurhidayat S.Sn menjelaskan tentang kegiatan MPLS dan Fortasi selama 4 hari, mulai Senin 13 Juli sampai Jumat 17 Juli 2026. Juga dipaparkan agenda Welcome Ceremony, tata tertib, jadwal pemakaian seragam, dan ekstra kurikuler.

Untuk seragam, siswa Kelas VII Senin OSIS (putih, biru, dan rompi), Selasa IPM, Rabu OSIS (putih, biru, tanpa rompi), Kamis HW, Kamis Pon Gagrak Ngayogyakarta, Jumat batik Muhammadiyah. Penggunaan sepatu hari Senin dan kegiatan HW wajib menggunakan sepatu warna hitam.

Baca Juga:  Kampung Ramadan Condongcatur Libatkan Berbagai Komunitas

Saat sosialisasi program sekolah, WaKa Humas Hj. Nur Afiati SS, berharap kepada orangtua siswa dan siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta untuk memanfaatkan media sosial SMP MuChild, baik itu Whatsapp, YouTube maupun lainnya. “Jangan lupa subscribe, like, comment, dan share ya ayah bunda,” pinta Hajjah Nur.

Akhirnya pembiasaan karakter, sebagai ruhnya Muhammadiyah, Nur Ika Pujiastuti M.Pd (WaKa Keislaman) menjelaskan berbagai aktivitas yang nantinya dilakukan oleh para siswa SMP MuChild. Kegiatan itu, antara lain Ibadah dan Akhlak: sholat jama’ah dhuha, dhuhur, ashar, dan binaan haid. Doa dan Tadarus yang dilakukan sebelum memulai aktivitas. PHBI: kegiatan Ramadhan, pesantren, qurban, dan lainnya. Sosial: infak Senin, bakti sosial, dan Ta’jil On The Road. Juga pantauan ibadah. “Buku pantauan ibadah dibagikan setelah MPLS,” ujar Nur Ika.

Sebelum sosialisasi program sekolah ditutup, salah seorang orangtua siswa berharap agar SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta mampu menghasilkan lulusan yang mencerahkan bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara. Membawa sinar terang bagi lingkungannya. Mampu memecahkan persoalan, baik persoalan dirinya sendiri juga persoalan di lingkungannya. (Ono)

Tinggalkan Komentar