Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Aksara Ing Totebag, Hadirkan Ruang Bertumbuh Ramah Anak di Boro II

Anak-anak Padukuhan Boro II berkarya dan berinteraksi di Pendopo Karang Kemuning, Boro II, Karangsewu, Galur, Kulon Progo. (Foto: Fery)

KULON PROGO — Sore ini, anak-anak Padukuhan Boro II berkumpul di Pendopo Karang Kemuning, Boro II, Karangsewu, Galur, Kulon Progo. Mereka belajar bersama menulis aksara Jawa di atas totebag melalui kegiatan “Aksara Ing Totebag”, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kreativitas bagi anak-anak. Mereka diajak mengenal aksara Jawa dengan cara yang menyenangkan melalui seni dan praktik langsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bapak Greg Andi Sindana, S. Pd., selaku Kepala Dukuh Boro II, bersama istrinya, Vani Sindana, untuk menghadirkan ruang bertumbuh yang ramah anak di pedukuhan melalui pendidikan dan seni lewat kegiatan Sanggar KKE (Karang Kemuning Ekosistem) di Padukuhan Boro II.

Ibu Vani Sindana mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif aktivitas anak di tengah tingginya penggunaan gawai.

“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak bisa lebih fokus, lebih tenang, dan bisa menjadi alternatif kegiatan untuk mengurangi pegang HP seperti saat ini,” ujar Vani.

Baca Juga:  Dorong Pertumbuhan Industri Keuangan, 784 Pekerja Industri Jasa Keuangan Divaksin Covid-19
Anak-anak Boro II belajar menulis dengan huruf Jawa di Totebag, Kamis (27/8/2026). (Foto: Fery)

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Padukuhan Boro II sejak 3 Agustus hingga 2 September 2026.

Selama KKN, mahasiswa menjalankan sejumlah program di bidang pendidikan, kesehatan, serta seni dan budaya. Kolaborasi antara masyarakat, penggerak komunitas, dan mahasiswa tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif sekaligus memperkuat ruang tumbuh anak-anak di desa.

Melalui Aksara Ing Totebag, anak-anak tidak hanya belajar menulis aksara Jawa, tetapi juga mendapatkan ruang untuk fokus, berkarya, berinteraksi, dan mengenal budaya dalam aktivitas bermainnya sehari-hari. (Fery Yelyanto)

Tinggalkan Komentar