KULONPROGO – Kebun tanaman herbal dengan koleksi tanaman relatif lengkap dimiliki H Sudarto. Tanaman herbal tumbuh subur dan tampak terawat baik.
“Tanaman ini koleksi pribadi. Bermula dari hobi mencari dan mengumpulkan tanaman berkhasiat obat bertahun-tahun,” ujar Sudarto ditemui wiradesa.co di rumahnya di Jalan Wates-Purworejo KM 9 Kalidengen, Temon beberapa waktu lalu.
Pola penanaman dibuat menyatu. Artinya tak ada jarak khusus antartanaman. Antara tanaman satu dengan yang lain menempati ruang halaman bagian depan rumah, samping kanan dan kiri rumah utama hingga belakang. Pupuk kandang dan pupuk fermentasi dipilih Sudarto guna memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman herbal koleksinya.
Di kebun milik Sudarto, terdapat tanaman herbal umum seperti banyak dijual di pasar misalnya temulawak, manis jangan, jahe, jeruk nipis, juga terdapat sejumlah koleksi tanaman herbal langka yang boleh jadi terdengar asing bagi telinga orang awam. Sebutlah karet kebo, sambung nyowo, daun dewa, jati belanda. “Pohon ini termasuk langka. Namanya mimba. Ini daun afrika, itu pegagan sendok. Banyak keluhan penyakit yang dapat diobati menggunakan ramuan tanaman yang ada di kebun ini,” kata Sudarto.
Di samping sudah diproses menjadi jamu serbuk siap saji, cara mengkonsumsi jamu segar yang dianjurkan Sudarto yakni diproses dengan cara perebusan. Jamu herbal racikannya biasanya terdiri dari berbagai jenis daun, batang bahkan akar yang dicampur untuk diminum setelah direbus terlebih dulu. Komposisi tanaman bahkan bisa mencapai 21 macam.
“Campuran komposisi herbal ditambah 3 liter air. Dimatangkan. Kandungan antioksidannya begini,” ucap pensiunan bank pemerintah ini seraya mengacungkan jempol tangan kanannya.
Fungsi ramuan jamu herbal tersebut bagi tubuh diterangkan pula. Ada yang bersifat antivirus, bancar darah, bersih darah, mengatasi sumbatan lemak, deuritik, nutrisi otak dan lainnya.
Dari aktivitas menanam tanaman di kebun herbal, menurut Sudarto, sudah banyak orang yang datang dan tertolong dari keluhan sakitnya. Keluhan penyakit yang diterapi dengan ramuan aneka tanaman herbal sangat bervariasi. Mulai diabetes, sakit ginjal, jantung, rematik, asam urat, stroke, darah tinggi hingga penyakit berat macam tumor dan kanker. Selain berobat, sebagian tamu yang datang sengaja berniat belajar menanam dan meracik jamu alami di tempatnya. Karena itulah, Sudarto menyediakan sejumlah ruang kamar sebagai tempat istirahat dan menginap di tengah proses belajar aneka tanaman herbal.
“Bagi tamu jauh yang mau belajar herbal dan mau menginap disediakan rumah singgah. Terdapat lima kamar. Yang pakai AC, mandi air panas semalam Rp 100 ribu. Ada juga yang tanpa AC,” ujar Sudarto. (Sukron)







