SLEMAN – Bebek Bacem Mbak Parmi selalu dinanti pembeli. Dengan cita rasa lokal, khas Yogyakarta, olahan bebek warga Tempel ini banyak diburu pecinta kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Mbak Parmi, warga Padukuhan Nglengis, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menawarkan hasil olahan bebeknya di Pasar Kebun Agung Minggir. Dia hanya menjual Bebek Bacem di pagi hari.
Biasanya para pelanggan, sudah pesan dulu melalui telepon. Jika tidak pesan, kemungkinan besar tidak kebagian olahan bebek kesukaannya. Karena yang antre menunggu di tempat jualannya sudah banyak.
Pada Minggu 20 Juli 2025, wartawan Wiradesa.co penasaran ingin membeli Bebek Bacem Mbak Parmi. Pada pukul 06.00 sudah ada tiga pembeli yang mengantre. Namun saat Mbak Parmi datang, ternyata olahan bebeknya tinggal gulu (leher bebek) dan rempelo ati.
“Pangapunten, bebeknya tinggal gulu dan rempelo ati. Tadi sebenarnya juga membawa empat dada, tetapi sudah dicegat orang, dibeli di jalan,” ujar Mbak Parmi saat baru tiba dan melihat ada tiga pembeli yang mengantri di tempat jualannya di Pasar Kebon Agung.
Belum sampai menggelar olahan Bebek Bacem-nya, semua gulu dan rempelo ati langsung dibeli sama tiga orang yang mengantre. Mbak Parmi menyarankan pesan dulu, nanti tinggal diambil di pasar. Kalau beli langsung, biasanya tidak kebagian.
Salah satu pelanggannya Hajjah Ngatirah, warga Ngipikrejo 2 Banjararum, Kalibawang, mengaku sudah lama menjadi pelanggan Bebek Bacem Mbak Parmi. Setiap punya hajat atau ada tamu, pensiunan guru ini selalu pesan bebek kepada Mbak Parmi. Nanti tinggal ambil di Pasar Kebon Agung.
Kenapa menyukai Bebek Bacem Mbak Parmi, warga Ngipikrejo 2 ini mengemukakan, karena selain rasanya enak, daging bebeknya juga empuk, dan tidak ada bau amis. “Hampir semua tamu yang datang ke rumah, menyukai olahan Bebek Bacem Mbak Parmi,” ungkap Hajjah Ngatirah.
Bebek Bacem Mbak Parmi sudah banyak penggemarnya. Sayang produksinya sedikit dan jualnya hanya di pagi hari di pasar tradisional. (Ono)








