Di Tengah Pandemi, Kinerja Ekspor DIY Relatif Baik

 Di Tengah Pandemi, Kinerja Ekspor DIY Relatif Baik

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY dan Bea Cukai Yogyakarta menyelenggarakan event Pengukuhan Forum Komunikasi dan Konsultasi Ekspor Impor (Forkom Exim) DIY dan Peresmian Website New Jogja Business Service Center (JBSC) yang dirangkai dengan acara Diskusi Publik 2021 bertema “Akselerasi Pemulihan Ekonomi DIY melalui Jalur Ekspor dan Logistik”.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan, kegiatan ini merupakan wujud dari sinergi antarinstansi dalam mendorong ekspor dan akselerasi pemulihan ekonomi DIY. “Acara ini merupakan rangkaian Grebeg UMKM DIY 2021 untuk mendukung Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI),” ucap Hilman Kamis 16 September 2021.

Grebeg UMKM DIY 2021 menginjak tahun ke-5, selama 5 tahun terakhir, Bank Indonesia DIY berkolaborasi dengan Pemda DIY dan pihak terkait lainnya, melaksanakan berbagai program dan kegiatan untuk mendukung UKM dan IKM DIY “naik kelas”. Selama 2021, telah dilaksanakan 45 rangkaian kegiatan Grebeg UMKM DIY yang melibatkan UMKM mitra Bank Indonesia DIY dan Pemda DIY dalam rangka mengantarkan mereka ke gerbang Go Digital dan Go Ekspor.

Di tengah pandemi Covid-19, lanjut Hilman, kinerja ekspor DIY tercatat relatif baik. Pada semester I 2021, ekspor DIY secara nominal tercatat meningkat 45,3% (ctc), jauh lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa (23,1%; ctc) maupun Nasional (34,3%; ctc). Berdasarkan komoditas utamanya, perbaikan ekspor terjadi pada komoditas kayu dan pengolahan kayu serta tekstil dan kulit. Berdasarkan negara tujuan utama, perbaikan permintaan terjadi di Amerika, Eropa, Jepang, ASEAN dan Tiongkok. Hingga saat ini, DIY telah melakukan ekspor 78 jenis komoditas ke 122 negara. (Sukron)

Sukron Makmun

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: