SLEMAN – Produktivitas penulis Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman tergolong tinggi. Dalam setahun, sekitar 1.600 berita dihasilkan para pegiat KIM. Capaian tersebut kini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tulisan agar informasi yang disajikan tidak sekadar menjadi laporan kegiatan, tetapi juga memiliki nilai berita, memberi manfaat, dan menginspirasi masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman di Gedung Sasana Anglocitama, Kantor Kapanewon Depok, Selasa 8 September 2026. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB diikuti lebih dari 40 ketua dan pengurus KIM dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman, dengan KIM Depok sebagai tuan rumah.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Agastya Dedi Kusuma, S.IP., mengatakan produktivitas penulis KIM Sembada dari sisi kuantitas sudah sangat baik. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas, kedalaman, sudut pandang, dan manfaat tulisan bagi masyarakat.
“Dari sisi kuantitas, penulis KIM Sembada Sleman sudah sangat produktif. Dalam setahun sekitar 1.600 tulisan. Tinggal bagaimana kualitas tulisan itu terus kita tingkatkan,” kata Agastya.
Menurutnya, berita KIM sebaiknya tidak hanya berisi laporan kegiatan pemerintah atau masyarakat. Penulis perlu menggali sisi lain yang lebih kuat, mulai dari manfaat kegiatan, dampak bagi masyarakat, pemberdayaan, inovasi, potensi wilayah, hingga kisah inspiratif yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Salah satu pendekatan yang perlu diperkuat adalah melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang manfaat bagi masyarakat, Dengan demikian, tulisan tidak berhenti pada siapa melakukan apa, kapan, dan di mana kegiatan berlangsung, tetapi mampu menjawab mengapa kegiatan tersebut penting dan apa manfaat yang dapat diperoleh masyarakat.
Agastya juga mendorong para penulis KIM untuk lebih banyak menggali budaya dan tradisi lokal sebagai bahan pemberitaan. Tema tersebut dinilai memiliki nilai informasi sekaligus menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan kekayaan lokal Sleman.
Khusus untuk naskah yang dikirimkan ke kanal InfoPublik, tulisan mengenai budaya dan tradisi lokal memiliki ruang yang relatif lebih longgar dari sisi aktualitas dibandingkan berita peristiwa harian. Artinya, tulisan budaya atau tradisi lokal masih memungkinkan dikembangkan meskipun kegiatan telah berlalu beberapa hari, sepanjang memiliki nilai berita yang kuat dan diperdalam dengan informasi pendukung, sejarah, makna tradisi, keterlibatan masyarakat, maupun manfaatnya bagi pembaca.
Namun, kelonggaran tersebut bukan berarti mengabaikan aktualitas. Berita terkini tetap menjadi prioritas, sementara tema budaya dan tradisi memberi kesempatan kepada penulis untuk menyusun naskah yang lebih mendalam dan bernilai dokumentasi. Upaya meningkatkan kemampuan penulis KIM juga telah dilakukan melalui berbagai pembinaan. Diskominfo Sleman sebelumnya antara lain mendorong penggiat KIM meningkatkan keterampilan penulisan feature agar informasi dari masyarakat dapat dikemas secara lebih menarik, humanis, dan mudah dipahami pembaca.
Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta sekaligus mengapresiasi eksistensi Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman.
Menurut Rakhmat, KIM memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi secara cepat, tepat, dan benar dengan tetap memperhatikan kaidah jurnalistik.
*Kami ikut bangga dengan keberadaan Forum KIM Kabupaten Sleman yang tetap eksis dan terus memberikan kontribusi, terutama dalam menyampaikan informasi dan pemberitaan secara cepat, tepat, dan benar dengan memperhatikan unsur 5W+1H,” ujarnya.
Rakhmat menilai KIM di masing-masing kapanewon merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai program pemerintah, pembangunan, pemberdayaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga berbagai dinamika yang terjadi di wilayah. Keberadaan KIM yang dekat dengan masyarakat memungkinkan berbagai informasi dari tingkat padukuhan, kalurahan, hingga kapanewon dapat diketahui secara lebih luas.
“Melalui pemberitaan yang baik, masyarakat dapat mengetahui program, kegiatan pembangunan, maupun berbagai hal yang ada dan terjadi di lingkungannya,” kata Rakhmat.
Peran tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman yang menempatkan KIM sebagai mitra strategis dalam peningkatan literasi digital, sosialisasi kebijakan pemerintah, penyebarluasan informasi dari berbagai wilayah, sekaligus pelestarian budaya.
Ketua KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo Amir, S.Pi., S.M., CEML, CICD menegaskan bahwa keberadaan KIM tidak semata-mata sebagai wadah komunikasi antarpengurus, menurutnya, KIM memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi yang efektif sekaligus penguat kapasitas masyarakat. Kedekatan KIM dengan warga menjadi modal penting untuk menggali berbagai potensi, persoalan, inovasi, budaya, tradisi, serta praktik baik yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui jejaring KIM, informasi dari tingkat akar rumput diharapkan dapat diolah dan disampaikan secara lebih luas sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman dan pengetahuan antarmasyarakat.
Dalam rakor tersebut, Agastya juga menyampaikan rencana Lomba Video Pendek Pertunjukan Rakyat Kabupaten Sleman Tahun 2026. Kompetisi tersebut direncanakan memilih enam pemenang. Para pegiat KIM didorong menyiapkan ide dan kreativitas untuk mengemas pesan-pesan informasi publik melalui video pendek yang unik, menarik, dan mudah diterima masyarakat. Petunjuk teknis lomba masih dalam proses penyusunan. Diskominfo Sleman direncanakan memfasilitasi satu kali pertemuan dan satu kali latihan sebagai bagian dari persiapan peserta. Selain itu, pengurus KIM juga didorong terus mengembangkan pemanfaatan KIM.ID, termasuk kreativitas dan kemandirian dalam pengelolaan media komunitas.
Pertemuan Forum KIM Sembada sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Namun, agenda tersebut harus ditunda karena bertepatan dengan padatnya berbagai kegiatan masyarakat sehingga baru dapat dilaksanakan pada September dengan KIM Depok sebagai tuan rumah. Selain membahas pengelolaan informasi publik, pertemuan menjadi wahana koordinasi dan silaturahmi antarpengurus KIM dari berbagai wilayah.
Pada sesi dialog yang dipandu Sekretaris KIM Sembada Kabupaten Sleman, sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan, masukan, dan gagasan pengembangan organisasi. Salah satu hal yang dibahas adalah kelanjutan gagasan koperasi simpan pinjam, selain sejumlah masukan lain terkait penguatan kegiatan dan kelembagaan KIM.
Suasana rakor semakin menarik ketika KIM Depok selaku tuan rumah menyiapkan produk pertanian lokal sebagai doorprize. Sebanyak 15 paket sayuran yang dibeli dari produk hidroponik BUMKal Activa Jaya Caturtunggal dibagikan kepada peserta yang beruntung. Beragam produk yang disiapkan antara lain terong, gambas, tomat, cabai, kangkung, selada, pare, dan sejumlah jenis sayuran lainnya.
Pemilihan sayuran hidroponik sebagai doorprize sekaligus menjadi cara sederhana tuan rumah untuk memperkenalkan dan mendukung produk pemberdayaan ekonomi lokal. Selain sayuran, tersedia lima voucher Bakso Pak Thukul, pedagang bakso yang sehari-hari mangkal di kompleks Kantor Kapanewon Depok dan akrab dikenal peserta sebagai “bakso pelat merah”. Sajian siomay turut menambah keakraban selama pertemuan.
Rakor yang dihadiri lebih dari 40 peserta tersebut berlangsung lancar dan ditutup dengan foto bersama dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan di Depok sekaligus menegaskan tantangan baru bagi KIM Sembada Sleman. Setelah mampu menghasilkan sekitar 1.600 berita dalam setahun, produktivitas tersebut kini diarahkan menuju kualitas yang lebih baik—menghasilkan informasi yang akurat, menarik, mendalam, mengangkat kekayaan lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)






