Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Petani Trimartani Sukses Budidaya Pepaya dengan Tumpangsari Waluh Terong dan Cabai

Ponijan di sela tanaman Pepaya California. (Foto: Wiradesa)

Petani Trimartani, Ponijan, berhasil membudidayakan tanaman Pepaya California dengan tumpangsari tanaman Waluh, Terong dan Cabai. Kesuksesannya tidak hanya penghasilannya yang meningkat, tetapi juga pendapatannya tidak harus menunggu enam bulan, masa petik papaya.

Menanam Pepaya California dengan diselingi tanaman Waluh, Terong dan Cabai sangat menguntungkan. Berbudidaya tanaman buah dan sayuran dengan sistem tumpangsari membuat penghasilan petani meningkat dan bisa rutin setiap waktu.

Seperti yang dijalankan Ponijan, seorang petani yang tinggal di Rejosari RT 02, Kalurahan Trimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, dia menanam Pepaya California dengan tumpangsari tanaman Waluh, Terong dan Cabai.

Awalnya Ponijan, fokus ke tanaman Pepaya California. Tapi belakangan, warga desa yang dulu menjadi aktivis antikorupsi ini memanfaatkan lahan di sekitar tanaman papaya untuk ditanami Waluh, Terong dan Cabai.

Selain menanam Pepaya California di lahannya sendiri, Ponijan juga diminta membantu pengelolaan lahan untuk ditanami papaya di sejumlah tempat. Dengan pengalamannya, dia tidak ingin harus menunggu sekitar 6 bulan untuk mendapat uang dari hasil panen atau petik pepaya.

Baca Juga:  Ekspresi Orangtua di Kampung Lansia

Agar mendapatkan penghasilan secara rutin dalam waktu yang pendek, Ponijan, menanam Waluh, Terong dan Cabai di sekitar tanaman papaya. Seperti yang dilakukan di lahan 3.500 meter persegi di wilayah Kali Bening, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, dia mendapatkan penghasilan sebelum masa panen pepaya.

“Pada 7 September 2026, tanaman Pepaya California genap berumur dua bulan. Sekarang sudah berbunga dan pentil. Sedangkan tanaman Terongnya sudah petik enam kali dan tanaman Cabai sudah petik dua kali,” jelas Ponijan kepada Wiradesa.co, Sabtu 12 September 2026.

Hasil tumpangsari tanaman Waluh di sela tanaman pepaya. (Foto: Wiradesa)

Pasar buah Pepaya California sangat terbuka. Permintaan pasar di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Tangerang, dan lainnya terus meningkat. Sementara produksi buah pepaya di Bantul, Sleman, dan sekitarnya tidak mampu memenuhi permintaan pasar.

Ponijan mengaku diminta menyetor 5 ton pepaya setiap hari. Namun produksinya masih jauh dari permintaan pasar. Untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar, Ponijan siap membimbing atau berbagi ilmu kepada para petani untuk budidaya Pepaya California.

Petani kreatif ini sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk budidaya tanaman Pepaya California. Standar ini mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, pengocoran, sampai cara petik buah.

Baca Juga:  Teknologi Sederhana Mengelola Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik

“Untuk pengolahan tanah, kami sudah menetapkan standarnya. Begitu pula dengan cara pemupukan, pengocoran, dan caranya memetik buah papaya,” tegas Ponijan, pendiri jasa budidaya pepaya “Kalifornia Merdeka”. (Ono)

Tinggalkan Komentar