SLEMAN – Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, meraih juara I Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta 2026. KWT Teratai Mekar memperoleh nilai tertinggi, yakni 883,62.
Kelompok tersebut menerima trofi, plakat, dan uang pembinaan sebesar Rp7 juta. Penghargaan diterima Ketua KWT Teratai Mekar, Ida Halimah, dalam rangkaian Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park, Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Jumat 2 Oktober 2026
Menurut Ida, penghargaan menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi seluruh anggota. Prestasi merupakan hasil kerja bersama. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi dan mendukung perjalanan KWT Teratai Mekar,” kata Ida.
KWT Teratai Mekar menjadi juara setelah menjalani tiga tahap penilaian, yakni kampanye melalui media sosial, visitasi lapangan, dan pameran. Ketiga tahap tersebut masing-masing memiliki bobot penilaian 10 persen, 50 persen, dan 40 persen.
Lomba diikuti 15 kelompok dari empat kabupaten dan Kota Yogyakarta. Kabupaten Sleman diwakili KWT Teratai Mekar Dabag, KWT Srikandi Mrican, dan KWT Jaya Mandiri Abadi Josari. Berdasarkan hasil akhir penilaian, juara II diraih KWT Laras Asri dari Kota Yogyakarta dengan nilai 852,07 dan uang pembinaan Rp5 juta. Juara III ditempati KWT Mayangsari dari Kabupaten Gunungkidul dengan nilai 848,75 dan hadiah Rp4 juta. KWT Mekar Lestari dari Kabupaten Kulon Progo menempati peringkat keempat dengan nilai 816,12 dan menerima Rp3 juta. Adapun peringkat kelima diraih KWT Puspa Gemari dari Kabupaten Bantul dengan nilai 727,70 dan hadiah Rp2 juta.
Tahap pertama berlangsung pada Juni hingga September 2026 melalui publikasi di media sosial. Setiap kelompok peserta diminta membuat konten ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas sekaligus mengunggah perkembangan kegiatan budidaya secara berkala.
Melalui akun medsos, KWT Teratai Mekar menampilkan perkembangan tanaman, penerapan teknologi pertanian, hasil panen, pengolahan pangan, serta berbagai kegiatan kelompok. Aspek yang dinilai meliputi pesan dan substansi, kreativitas dan daya tarik konten, interaksi dengan audiens, konsistensi dan ketepatan waktu unggahan, serta kualitas visual dokumentasi.
Tahap kedua berupa visitasi lapangan yang dilaksanakan di lahan KWT Teratai Mekar pada 17 September 2026. Tim juri terdiri atas Rukiwiyati Sigit dari Kelompok Kerja III Tim Penggerak PKK DIY; Endah Budi Irawati, S.P., M.P.; serta Dr. Eko Murdiyanto, S.P., M.Si. dari UPN “Veteran” Yogyakarta. Penilaian lapangan mencakup aspek organisasi, administrasi, permodalan, pengembangan usaha kelompok, teknis budidaya, penanganan pascapanen dan pengolahan, serta keberlanjutan program. Tim juri meninjau dua lokasi pengembangan kelompok. Lokasi pertama digunakan untuk budidaya tanaman, sedangkan lokasi kedua mengembangkan budidaya jamur tiram, ikan lele, dan ayam petelur. Tim juga menilai produk olahan serta kelengkapan administrasi kelompok.
Tahap ketiga dilaksanakan melalui penilaian pameran di Jogja Agro Park pada 2–3 Oktober 2026. Penilaian meliputi keanekaragaman produk, keindahan stan, kreativitas penyajian, serta kemampuan kelompok dalam memaparkan inovasi yang dikembangkan. Pelaksanaan penilaian pameran tersebut tercantum dalam Surat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Nomor B/500.6.4.5/2729/D4 tertanggal 29 September 2026.
KWT Teratai Mekar mengelola lahan seluas sekitar 484 meter persegi. Keterbatasan lahan disiasati melalui berbagai teknik budidaya, antara lain hidroponik sistem nutrient film technique (NFT), vertikultur, polybag, wall planter, rak bertingkat, serta pemanfaatan galon bekas sebagai wadah tanam. KWT Teratai Mekar juga menerapkan pertanian cerdas atau smart farming berupa fertigasi tetes dan sistem penyemprotan berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi itu digunakan untuk meningkatkan efisiensi penyiraman, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman.
Komoditas yang dibudidayakan meliputi cabai, tomat, terung, gambas, buncis, kacang panjang, sawi, selada, kubis, tanaman obat keluarga, dan tanaman buah. Selain menjual hasil panen segar, kelompok mengembangkan beragam produk olahan, seperti minuman telang lidah buaya, teh telang, daun mint kering, jeruk nipis kering, jamur krispi, seledri krispi, keripik gesang, keripik kimpul, manisan kolang-kaling, manisan torama, getuk, dan timus.
Ida mengatakan penghargaan tersebut bukan akhir dari kegiatan kelompok, melainkan motivasi untuk memperkuat budidaya, meningkatkan mutu produk, dan memperluas pemasaran.
“Bagi kami, hasil lomba merupakan motivasi. Tugas berikutnya adalah menjaga keberlanjutan kegiatan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta memastikan inovasi ini memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP., mengunjungi stan KWT Teratai Mekar pada Jumat siang. Ia didampingi Ulu-Ulu Condongcatur Murgiyanta, S.E., dan staf Carik Condongcatur, Wasana, S.H.
Budi Arto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan KWT Teratai Mekar meraih peringkat pertama di tingkat DIY.
“Saya menyampaikan apresiasi, rasa bangga, dan ucapan selamat kepada KWT Teratai Mekar atas keberhasilannya meraih juara I tingkat DIY dalam Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas,” kata Budi Arto.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan dapat diatasi melalui kreativitas, penerapan teknologi, dan kerja sama masyarakat.
“Semoga keberhasilan ini menjadi kebanggaan dan motivasi untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, meningkatkan perekonomian, serta mewujudkan ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
Murgiyanta turut mengapresiasi kerja keras dan ketekunan anggota KWT selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Kami bangga atas kerja keras dan ketelatenan anggota KWT Teratai Mekar. Proses panjang yang dijalani akhirnya membuahkan hasil terbaik,” kata Murgiyanta.
Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Murgiyanta membeli sejumlah produk KWT Teratai Mekar, seperti minuman bunga telang, jamur krispi, dan keripik gesang. Dukuh Dabag Ahmad Sunaryo bersama istrinya turut hadir sejak pagi untuk mendampingi dan memberikan dukungan langsung kepada anggota KWT selama kegiatan berlangsung.
KWT Teratai Mekar didirikan pada 17 Februari 2022 dan saat ini memiliki 34 anggota aktif. Kelompok tersebut dibina Penyuluh Pertanian Lapangan Kalurahan Condongcatur, Ari Indriyani, S.T.P. Prestasi tingkat DIY itu melengkapi capaian kelompok sebelumnya. KWT Teratai Mekar meraih juara I Lomba Evaluasi Administrasi Tingkat Kabupaten Sleman pada 2023 serta juara I Lomba Tanam Timun Baby Tingkat Kabupaten Sleman pada 2024.
Setelah perlombaan, KWT Teratai Mekar berencana memperkuat penerapan teknologi budidaya, meningkatkan mutu dan legalitas produk olahan, memperluas jaringan pemasaran, serta mengajak lebih banyak keluarga memanfaatkan pekarangan untuk mendukung ketersediaan pangan dan pendapatan rumah tangga. (*)






