Setren Opak Jaga Sungai Tetap Lestari

Para siswa SD sedang bermain di ruang publik Setren Opak, Selasa (5/5/2026). (Foto: Wiradesa)

Setren Opak dirancang sebagai ruang publik untuk berekspresi, rekreasi, dan konservasi lingkungan. Ruang publik yang berada di sempadan Sungai Opak ini dilengkapi dengan panggung pertunjukkan, sarana bermain anak-anak, dan didampingi para relawan lingkungan.

“Dulu di sini kebon, seperti sisi timur sungai. Kami manfaatkan untuk ruang publik, tanpa menebang pohon, hanya merapikan saja,” ujar Mukhlas Aji Setiawan, Pengelola Setren Opak di Karangploso, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa 5 Mei 2026.

Penyiapan sempadan sungai sebagai ruang publik dimulai tahun 2018. Setelah pembangunan selesai, Setren Opak di Padukuhan Karangploso ini menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Selama dua tahun, aktivitas pentas, dan sarana rekreasi terlihat semarak.

Namun saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, semua destinasi wisata, termasuk destinasi wisata berbasis komunitas, seperti Setren Opak, terpuruk, sepi.

Meski sepi, para pengelola Setren Opak yang tergabung dalam Koperasi Setren Opak Karangploso tetap bersemangat untuk melestarikan alam, menjaga sempadan sungai agar tidak tergerus erosi, dan kondisi sungai terus lestari.

Baca Juga:  Kankemenag Kulonprogo Gelar Syawalan Akbar Pelajar

Pada suatu hari, saat terik matahari terasa panas menembus pori, rasanya begitu adem, sejuk, dan asri ketika memasuki area Setren Opak. Belasan anak sekolah dasar terlihat berlarian bermain di sekitar setren pinggir kali. Anak-anak perempuan tampak riang bermain ayunan dan anak-anak laki-laki bermain bola di depan panggung pertunjukkan.

Anak-anak terlihat nyaman bermain bola di halaman panggung, karena di sekitarnya ada pembatas yang terpasang dari bambu. Sepertinya area ini biasa untuk pementasan seni tradisional. “Di depan panggung itu biasa untuk pentas jathilan,” ungkap Iwan, panggilan akrab Mukhlas Aji Setiawan.

Pentas dongeng di panggung pertunjukkan Setren Opak. (Foto: Iwan)

Di panggung pertunjukkan juga sering untuk pentas musik, teater, dan dongeng. Pada Oktober 2025, Setren Opak dijadikan tempat kegiatan Festival Desa. Saat itu tampil pendongeng Syakirinu yang menghibur anak-anak dan pengunjung festival tersebut.

Rerimbunan pohon bambu dan berbagai pohon tanaman keras, sampai sekarang masih terjaga dengan baik. Terjaganya vegitasi berbagai tanaman itu berdampak positif bagi kelestarian alam, khususnya di sempadan Sungai Opak.

Baca Juga:  Tiga Suku Besar di Mimika: Merawat Kesatuan dan Persatuan dalam Bingkai NKRI

Para pengelola Setren Opak bertekad untuk terus menjaga pepohonan dan lingkungan alam di pinggir kali agar sungainya bersih dan lestari. (*)

Tinggalkan Komentar