Awalnya Nyanding Tanaman Bougenvil, Kini Sedar Seriusi Jualan Tanaman Hias dan Bibit Buah

Sedar, di antara tanaman bunga dan buah dagangannya. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Bisnis tanaman hias dan bibit bunga punya pangsa pasar yang relatif ajek. Segmen penggemar bunga umumnya para ibu, dan bibit buah pembeli kebanyakan kaum bapak.

“Kalangan milenial ada juga yang gemar sama bunga namun transaksi sedikit. Kebanyakan ibu-ibu. Kalau tidak untuk hiasan taman di halaman rumah bisa pula mau dibawa ke kantor atau sekolah anaknya,” kata Sedar, pemilik kios tanaman bunga, bibit buah, aneka pot dan media tanam.

Sedar yang buka kios di Mertan Sukoreno Sentolo tak jauh dari Jembatan Banyak menyebut sederet tanaman buah yang tersedia. Ada jambu kristal, kelengkeng, duwet, jambu air, durian, alpukat, mangga, kedondong, sirsak, anggur brazil, pete, nangka, cempedak. “Alpukatnya alpukat mentega dan aligator,” kata Sedar Senin 17 Juli 2023.

Sedangkan jenis tanaman bunga musim panas yang berbunga bagus bougenvil. Bahkan satu bougenvil ukuran agak besar baru saja laku Rp 450 ribu.

Sedar pun menjelaskan harga satuan bibit buah dalam polibag dari belasan ribu sampai ratusan ribu. Bibit kedondong termasuk yang berharga belasan ribu. Jambu kristal, bibit nangka sedikit lebih mahal dipasarkan Rp 20 ribu. Meski bisa berbuah di pot, bibit buah semuanya telah siap ditanam di pekarangan.

Baca Juga:  Hendry C.H Bangun: Pers Harus Berwawasan Kebangsaan dan Tidak Bekerja dalam Ruang Hampa

Guna memenuhi pesanan pelanggan Sedar kulakan bibit buah dan tanaman bunga ke luar kota. Agar tak mahal di ongkos perjalanan, ia memilih kendaraan roda empat berbahan bakar solar. Sekali belanja bisa mengangkut banyak tanaman bunga dan buah. Dia terbiasa kulakan ke Kutoarjo, Kopeng, Banyumas dan Purwokerto. Sedar berupaya agar dagangan selalu tersedia. Bila stok tanaman menipis ia segera pergi kulakan ke petani.

“Tanaman, kuncinya di perawatan. Disiram, dipupuk. Penyiraman sehari sekali bagusnya pukul 10.00. Untuk pemupukan dua minggu sekali pakai NPK mutiara,” jelasnya.

Jualan bibit tanaman bunga dan buah menurut Sedar tak terlalu merepotkan. Bahkan bila tak laku dalam tempo cepat, bibit tanaman tetap bisa dirawat, dianakpinakkan. Bila tumbuh besar harus ganti pot atau polibag, harga jualnya ikut naik

Sedar memulai membuka kios tanaman mulanya dari ketaksengajaan. Ia punya hobi merawat tanaman. Suatu ketika di pekarangan tetangga tumbuh tanaman bougenvil. Oleh dia bougenvil diperbanyak dan disanding di lokasi jualan saat ini. Tanpa dinyana bougenvil yang ditaruh begitu saja menarik beberapa pengguna jalan raya. Bahkan akhirnya ludes terjual semua. Ia kemudian berinisiatif menambah lagi stok bougenvil dan ditambah berbagai tanaman bunga dan buah hingga makin lengkap.

Baca Juga:  Permainkan Harga dan Timbun Minyak Goreng Bakal Ditindak Polisi

“Awal buka kios pas pandemi mulai. Awalnya nyanding bougenvil. Ternyata kok laku sehingga keterusan. Sekarang jadi punya kios tanaman bunga dan buah serta media tanaman dan pot. Memanfaatkan halaman dan lokasi rumah di tepi jalan raya,” ucap Sedar yang sehari-hari juga bekerja nyopir mobil boks milik salah satu toko ritel berjejaring. (Sukron)

Tinggalkan Komentar