Erupsi Semeru Sebabkan Krisis Air Bersih

Penyaluran tandon untuk masyarakat dari Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat bersama mahasiswa PkM BR Universitas Al Falah Assuniyah (UAS) Jember. (Foto: Istimewa).

LUMAJANG– Erupsi Gunung Semeru pada 08 Juli 2023 menyisakan dampak bagi warga Lumajang, khususnya warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Mujur Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Selang sekitar seminggu setelah banjir, lahar Semeru menerjang Sungai Mujur, debit air tanah berkurang drastis. Sumur-sumur warga mulai mengering. Suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut perkiraan warga, hal tersebut akibat Sungai Mujur yang semakin amblas sehingga sumber air tanah warga yang ada di sekitar bantaran sungai “tersedot” oleh aliran Sungai Mujur.

Dampaknya air sumur mulai mengering dan lahan persawahan kekurangan air. Amblasnya Sungai Mujur mencapai sekitar 6 meter kedalamannya. Bahkan menurut Mas’ud, warga setempat, amblas ada yang mencapai sekitar 10 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang telah menggelontorkan air bersih untuk daerah terdampak. Menurut pengakuan ibu-ibu yang mengantre air, satu truk tangki air bersih datang setiap dua hari sekali. Kadang juga sehari sekali.

Jumlah bantuan air bersih masih belum bisa mencukupi kebutuhan warga dan masih belum bisa merata. Sebagian warga, bahkan ada yang sampai menggunakan air Sungai Mujur yang cukup keruh untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Baca Juga:  Memasuki Siaran Era Baru, TV Digital Dilengkapi Fitur EPG dan Parental Lock

Keluhan warga terkait krisis air bersih juga direspons oleh mahasiswa PkM-BR Universitas Al-Falah Assuniyah (UAS) Kencong Posko 01 Desa Jatisari, Tempeh dan posko 06 Desa Dorogowok, Kunir.

Para mahasiswa berupaya melakukan langkah-langkah solutif. Mulai dari mengajukan surat permohonan bantuan kepada pemerintah kabupaten dan instansi terkait lainnya agar menambah pasokan air bersih untuk warga Desa Jatisari.

Usaha ini direspons Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat. Dengan menyalurkan tandon air 2400 liter untuk penampungan air bersih bagi masyarakat pada Kamis 3 Agustus 2023.

Selajutnya mengajak musyawarah kepada warga desa untuk iuran mandiri guna melakukan pengeboran air bersih di Desa Jatisari.

Selain itu, para mahasiswa juga melakukan lelang kepedulian kepada para dermawan dan simpatisan untuk membantu biaya pengadaan pasokan air bersih di Desa Jatisari, baik dengan cara menambah armada truk tangki air bersih maupun dengan cara melakukan pengeboran di titik-titik tertentu.

Gerakan ini atas dasar kepedulian terhadap masyarakat Desa Jatisari, khususnya warga yang berada di dekat aliran sungai Mujur.

Baca Juga:  1 Syawal atau Idul Fitri 1442 H Islam Aboge Jatuh Hari Jumat

“Mahasiswa PkM-BR UAS Kencong-Jember bertekad untuk menyampaikan keluhan yang dialami warga Desa Jatisari kepada pihak terkait,” jelas Kordes PkM-BR Jadid Akmal. (Siti Uswatun Sholeha)

Tinggalkan Komentar