Purna Tugas, Panewu Depok Djoko Muljanto Berpamitan

Foto: Istimewa

SLEMAN-Panewu Depok, Sleman Djoko Muljanto SP per 1 April 2026 akan memasuki masa purnatugas setelah menjabat sebagai Panewu Depok selama 10 bulan 10 hari. Upacara pelepasan purnatugas dilaksanakan di Ruang Anglocitatama Kantor Kapanewon Depok, Selasa 31 Maret 2026.

Panewu Anom Kapanewon Depok, R. Hery Subagio, SE, ME dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan arahan serta bimbingan kepada pegawai dan staf Kapanewon Depok selama ini.

“Bapak Djoko Muljanto selama menjabat banyak memberikan contoh-contoh totalitas dalam melakukan pekerjaan dan melakukan semua pekerjaan dengan dilandasi keikhlasan,” ungkap Hery.

Panewu Depok, Djoko Muljanto dalam sambutan dan pamitan menuturkan bahwa dirinya telah mengemban tugas menjadi Panewu Depok selama 10 bulan 10 hari dan terhitung mulai Rabu tanggal 1 April 2026 memasuki masa purna tugas. Menurutnya, saat menjabat sebagai Panewu Depok banyak kenangan dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan karena sudah merasa dekat dengan segenap institusi, lembaga maupun warga masyarakat Depok yang sangat heterogen dengan berbagai dinamika yang ada.

Baca Juga:  Sekretaris SMSI Riau Wafat, Seluruh Warga SMSI Duka Mendalam

“Saya berterima kasih kepada seluruh organisasi perangkat daerah di tingkat Kapanewon Depok atas kerjasama dan koordinasi yang terjalin dengan baik selama 10 bulan menjabat. Sekaligus saya memohon maaf apabila selama menjabat terdapat kekhilafan, kekurangan dan banyak PR yang belum dapat kami kerjakan,” tutur Djoko.

Djoko Muljanto juga berharap siapapun yang akan menjadi Panewu Depok Depok selanjutnya harus didukung dan dapat bersinergi mengembangkan seluruh potensi Kapanewon Depok dengan dengan segala macam dinamika dan potensi dan tantangan karena Kapanéwon Depok merupakan wilayah dengan pertumbuhan paling pesat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapanewon Depok terasa istimewa dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi, objek vital, dan kawasan pemukiman baru.

“Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, angka kriminalitas di kapanéwon Depok juga tertinggi di Kabupaten Sleman. Bahkan menurut data hampir 3/4 kasus kriminalitas di Kabupaten Sleman terjadi di wilayah ini. Kebanyakan kasus kriminal yang terjadi adalah curanmor dan narkoba. Untuk mengantisipasi dibutuhkan pemimpin yang dapat membuat rasa aman dan nyaman warganya dengan didukung semua komponen yang ada sehingga dapat mewujudkan Depok bagian dari city of tolerance, kota pendidikan, kota wisata dan kota budaya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hidup Sehat Konsumsi Sayur Organik

Di akhir pamitan, Djoko Muljanto yang berdomisili di Warak Lor, Sumberadi, Mlati Sleman tersebut berharap agar tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik, dan pintu rumahnya tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung karena hubungan persaudaraan tetap berlanjut walaupun secara hubungan ketugasan telah berakhir.

Selanjutnya pesan dan kesan perwakilan lurah disampaikan diwakili oleh Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji.

“Terimakasih atas pengabdian dan dedikasi selama ini. Semoga pengalaman dan ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah, selamat menjalani masa purna tugas, tetap menjadi inspirasi dan terus berkontribusi bagi masyarakat, kami mendoakan agar selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan,” ungkap Reno. (*)

Tinggalkan Komentar