Ciri-ciri Durian Bagus: Ini Kata Penebas Durian

Pohon durian di Padukuhan Kalisentul, Kalurahan Banjarharjo. (Foto: Tim Agrowisata Kalisentul)

Penebas atau pembeli durian yang langsung ke pemilik pohon, memiliki insting dan cara cepat untuk menentukan hasil buah durian itu bagus atau tidak. Hanya dengan melihat tanah dan pohonnya, bakul durian sudah bisa menentukan kualitas durian.

Dan yang membuat masyarakat awam tercengang, penebas berani langsung membayar pemilik pohon, meski baru berbunga atau durian masih pentil (kecil). Nilainya satu pohon, jika pohonnya besar, di wilayah Kalibawang, antara Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.

Marjono, salah satu penebas durian dari Padukuhan Kliwonan, Kalurahan Banjarharjo, mengungkapkan bersama istrinya sudah belasan tahun bakul durian lokal Kalibawang. Dia sudah hafal mana pohon-pohon durian di wilayah Kalibawang, jika berbuah kualitasnya bagus.

Kualitas durian itu, antara lain ditentukan oleh rasa, tebal tipisnya daging, dan bentuk durian. “Berdasarkan perhitungan saya, kualitas durian itu tidak hanya ditentukan oleh jenis atau varian durian, tetapi yang terpenting adalah jenis tanah yang ditanami durian dan kondisi pohon, serta cuaca,” jelas Marjono, kepada Wiradesa.co, Minggu 5 April 2026.

Baca Juga:  Pleret Pusat Peradaban Kedaulatan Pangan

Menurut Marjono, tanah yang bagus untuk ditanami durian itu jenisnya lempung, warnanya agak putih. Sedangkan pohonnya berdaun keriting, warna hijau tua. “Kalau tanahnya lempung putih, daunnya keriting, saya berani taruhan, buah duriannya dijamin bagus,” ujar Marjono.

Jadi sebenarnya jenis atau varian durian itu tidak menjamin hasil buahnya bagus. Jika jenis durian Musang King, Bawor, Montong, Duri Hitam, dan lainnya yang terkenal itu ditanam di tanah yang berpasir, bukan lempung, maka hasilnya pasti kurang bagus. Rasanya kurang enak, dibandingkan jika ditanam di tanah lempung.

Selama menjadi bakul durian dan membeli atau menebas langsung ke pemilik pohon durian, Marjono menilai Durian Menoreh kualitasnya paling bagus. Pohon-pohon durian yang tumbuh di Perbukitan Menoreh dan usianya sudah puluhan tahun, dijamin buahnya berkualitas bagus.

Buah Durian Menoreh banyak dicari oleh para penggemar durian dari berbagai daerah. Mereka selalu tanya apa punya Durian Menoreh. Kalau ada, berapapun akan dibeli, karena mereka itu biasanya berkelompok atau terjalin dalam komunitas. Jadi datangnya berombongan untuk menikmati durian.

Baca Juga:  Peyek Laron, Cemilan Lezat Musim Hujan di Perdesaan

Namun untuk musin panen tahun ini, jumlah durian, khususnya di wilayah Kalibawang, tidak sebanyak tahun kemarin. Faktor penyebabnya, karena cuaca. Jika hujan terus menerus, menyebabkan bunga durian rontok, sehingga yang jadi buah tidak banyak.

“Makanya kalau masih bunga, saya tidak berani menentukan harga. Tapi kalau sudah menjadi pentil atau buah durian kecil, saya berani bayar dulu ke pemilik pohon,” tegas Marjono yang mengepul dan menjual duriannya di Padukuhan Padaan Kulon, Banjarharjo, Kalibawang, dan Pasar Kebonagung, Minggir, Sleman.

Marjono meyakini bahwa durian lokal yang tumbuh di Perbukitan Menoreh masih banyak penggemarnya. Makanya pohon-pohon durian yang sudah tua di perbukitan, jangan ditebangi. Sebaiknya terus dirawat dengan baik, agar menghasilkan pendapatan ekonomi yang tinggi bagi keluarga di perdesaan. (Ono)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar