Karya Lukis Dinding, Bikin Tembok Sekolah TK Jadi Ceria

Lukisan dinding karya Wahyu Hermawan. (Foto: Istimewa)

BANTUL-Karya seni lukis dapat dituangkan dalam berbagai media atau objek termasuk dinding yang kosong. Dinding kosong dapat dilukis dengan berbagai gambar menarik. Selain dapat menjadi objek buat menyalurkan hobi, dinding kosong pun dapat mendatangkan rezeki bagi mereka yang kreatif.

Seperti dilakukan Wahyu Hermawan, warga Wonolopo Canden, Jetis, Bantul. Di luar kegiatan mengajar anak-anak TK dan SD melukis, dia menerima jasa melukis tembok sekolah. Materi lukisan dinding ditentukan pihak sekolah. Seperti lukisan realis, hewan laut, kartun hewan minimalis bahkan lukisan tiga dimensi.

“Dinding sekolah misalnya TK, kan biasanya biar semarak, kelihatan ceria banyak yang minta dikasih lukisan dinding. Para guru dan pihak sekolah rapat dulu menentukan lukisan apa yang mau dikerjakan,” kata Wahyu ditemui di RA Taruban, Tuksono, Kulonprogo, saat dia mengerjakan lukisan dinding, Minggu 19 April 2026.

Jasa lukis dinding dihitung permeter persegi. Permeter persegi dibandrol Rp 250-300 ribu. Sedangkan lukisan tiga dimensi dihargai Rp 350 ribu semeter perseginya.

Baca Juga:  Kankemenag Kulonprogo Gelar Syawalan Akbar Pelajar

Bila dapat order lukis dinding biasanya Wahyu mengerjakan sore hari selepas jadwal mengajar di sejumlah sekolah di Bantul dan Kulonprogo. Mengajar anak TK dan SD melukis menurutnya butuh kesabaran. Ia pun mesti paham psikologi anak. Tahu ketika anak mulai bosan sehingga ia tak menarget si anak untuk menyelesaikan karya lukisnya. “Kalau untuk anak yang penting dibikin senang dulu saat melukis. Apa yang mau dilukis temanya sesuai kurikulum. Anak tinggal dikasih contoh teknik menggambar mulai dari sketsa hingga mewarnai. Diarahkan mau menggambar apa,” jelasnya.

Sebagai pelukis yang juga mengerjakan pesanan berbagai lukisan di kanvas di rumahnya seperti melukis wajah, Wahyu mengaku tak semata menggantungkan hidup dari seni semata. Penopang hidup yang mokoki justru produksi aneka olahan makanan tradisional. Di rumah bersama istri dia mengolah bacem tempe benguk dan bikin olahan thiwul.

“Tempe benguk olah 70-80 kg perhari sedangkan thiwul olah bahan baku sampai 25 kg perhari,” imbuhnya.

Dia mengatakan, penting bagi pekerja seni seperti dirinya punya usaha lain sebagai penopang ekonomi rumah tangga. Dengan punya usaha lain ia merasa lebih aman. “Setidaknya lukisan tidak laku masih bisa makan. Jadi sebagai seniman masih punya idealisme. Sebab melukis kan tidak semua orang bisa. Repot kalau karya lukis mau dijual masih ditawar-tawar,” tandas pemilik Thiwul Cakra. (Sukron)

Tinggalkan Komentar