Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Indahnya Toleransi Beragama di Kalibawang: Umat Katolik Jadi Juru Parkir Pengajian Ahad Pagi di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Ngrajun Banjarharjo

Ustadz Seneng Widodo melayani tandatangan permintaan para siswi SMP yang menjadi jamaah PAP Kalibawang, Ahad (13/9/2026). (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Terimakasih kepada umat Katolik yang telah menjaga dan menjadi juru parkir pada Pengajian Ahad Pagi (PAP) Kalibawang di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Ngrajun, Banjarharjo. Ini wujud indahnya kehidupan toleransi beragama di wilayah Kalibawang.

Ucapan terimakasih ini disampaikan Ketua PAP Kalibawang, Suwandi, saat memberikan sambutan mengawali pengajian di Padukuhan Ngrajun, Ahad 13 September 2026. Pengajian Ahad Pagi ini menghadirkan Ustadz Seneng Widodo SPd.I dan dihadiri sekitar 2.000 orang jamaah PAP Kalibawang.

Suwandi juga menyampaikan terimakasih kepada pengurus takmir Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq yang berhasil menjadi panitia PAP Kalibawang pada Minggu Pon. Kebetulan pengurus PAP Kalibawang meluncurkan Gerakan InfakMu 5 Ribu setiap Minggu Pon.

“Jadi hari ini infaknya ada dua, satu uangnya dimasukkan dalam amplop untuk InfakMu dan satu lagi tidak dimasukkan amplop untuk infaq seperti biasanya,” ujar Suwandi, yang sejak tahun 2017 menginisiasi pelaksanaan PAP Kalibawang di masjid-masjid wilayah Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo.

Seperti pengajian-pengajian sebelumnya, pelaksanaan PAP Kalibawang di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq Ngrajun, jamaahnya meluber sampai ke jalan-jalan sekitar masjid dekat Selokan Kalibawang. Halaman masjid tidak mampu menampung ribuan jamaah.

Baca Juga:  Mahasiswa PMM UGM Pelajari Kebhinekaan Indonesia Lewat Modul Nusantara
Para jamaah PAP Kalibawang di jalan-jalan sekitar Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq, Ahad (13/9/2026). (Foto: Wiradesa)

Di hadapan ribuan jamaah, Ustadz Seneng Widodo, mengajak para jamaah untuk tertib menjalankan sholat. Ustadz prihatin kebanyakan umat Islam di Indonesia tidak menjalankan sholat dengan tertib. Mereka yang menjalankan sholat, seperti ahli sholat, jumlahnya kurang dari 40 persen.

Dengan mengutip sejumlah hadist, Ustadz Seneng Widodo, mengemukakan bahwa sholat itu adalah salah satu dari delapan pintu surga. Agar menjadi ahli sholat, ibadah ini harus dijalankan dengan ikhlas, sesuai tata cara nabi atau tumakninah, dilaksanakan di awal waktu, dan khusuk.

Untuk bisa khusuk, para jamaah perlu mengerti arti atau makna bacaan sholat, saat melaksanakan sholat ingat mati, dan dijalankan dengan tumakninah. Jangan menjalankan sholat dengan cepat atau tergesa-gesa. Kalau terburu-buru, jelas itu tidak khusuk.

Pada akhir pengajian, Ketua PAP Kalibawang mengumumkan jika infak pada pengajian Ahad Pon ini berjumlah Rp 6.642.000. Pemanfaatan infak, antara lain untuk operasional PAP Kalibawang, program sosial keagamaan, pengembangan dakwah, dan membantu biaya pendidikan. (Ono)

Tinggalkan Komentar