MALANG – Kampung Wonosari, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) terkenal dengan Kampung Lansia. Di wilayah RW 19 ini, para orangtua bebas berekspresi menampilkan potensi yang lama terpendam.
Kampung Lansia digagas Ir H Bambang Irianto, aktivis lingkungan. Saat menjadi Ketua RW 19 Kelurahan Purwantoro, penerima Kalpataru ini ingin agar para orangtua di lingkungan tempat tinggalnya tetap bisa berkarya di usia senja.
“Warga di RW 19 itu kebanyakan pensiunan. Usianya 75 sampai 85 tahun. Kaum lansia ini seharian atau 24 jam tinggal di rumah,” ungkap Bambang Irianto, saat berbincang dengan Wiradesa.co di Hotel Savana Malang, Minggu 5 Desember 2021.
Bambang yang dipercaya menjadi pembina lingkungan nasional, lantas mengupayakan sarana agar para lansia bisa mengekspresikan diri. Cara yang dijalankan, antara lain melalui seni budaya dan memunculkan UMKM.
Lantas didirikan sejumlah grup seni tradisional, di antaranya angklung, gamelan, gitar, organ, dan lainnya. Kemudian terbentuk grup musik Dewa Godhong 19. Para orangtua yang tergabung dalam grup kesenian, bisa ditampilkan saat ada rombongan yang hadir di Kampung Lansia.

Para lansia itu bersemangat untuk mengekspresikan kemampuannya dan tampak bahagia, karena merasa hidupnya masih bermanfaat bagi orang lain. “Ternyata dengan adanya wadah untuk berekspresi dan ada yang mengapresiasi, para lansia tampak bergairah dan sumringah menjalani kehidupan tuanya,” papar Bambang.
Penggagas Kampung Tangguh itu merasa bangga kini wilayah RW 19 yang dulu dikenal dengan Kampung Wonosari kini menjadi tempat tujuan wisata edukasi berbasis lansia. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Kampung Lansia untuk rekreasi dan belajar berkebun, main music, dan belajar membuat produk dengan memanfaatkan barang bekas.
“Setiap bulan, ada sekitar 3 sampai 4 rombongan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Lansia,” kata Bambang Irianto. Tamu yang hadir di Kampung Wonosari, antara lain rombongan istri Menteri Pertanian, Walikota Palu dan jajarannya, dan para aktivis lingkungan dari berbagai daerah. (*)







