Kombinasi Pakan Ini Bikin Ayam Kampung Tumbuh Sehat dan Cepat Besar

Dengan pemberian pakan yang tepat, ayam kampung cepat tumbuh besar. (Foto: Wiradesa)

GUNA memenuhi kebutuhan pakan ayam kampung, para peternak dapat memilih beberapa alternatif sumber bahan pakan. Bersumber dari hijauan dapat dipilih cacahan daun singkong, kangkung, cacahan pepaya mentah. Kombinasi pakan hijauan, mulai usia dua bulan dapat diberikan ransum adonan dedak, gantian adonan polar. Takaran dapat disesuaikan dengan ketersedian bahan pakan. Umumnya 1:1.

“Pepaya sangat bagus buat bahan pakan. Cukup cacah kecil memanjang. Tambah dedak atau polar kasih air secukupnya. Kalau ada sisa nasi yang tak termakan boleh juga ditambahkan,” kata Sumedi, peternak ayam kampung di Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo.

Pakan fermentasi kadang juga diracik Sumedi. Lelaki yang akrab disapa Pak Tani juga mencoba membuat ransum pakan fermentasi berbekal dari informasi yang didapat di YouTube. Formulanya dedak, hijauan, kadang juga pakai polar, gula jawa serta susu probiotik dalam dosis kecil.

“Prinsipnya ayam jangan sampai kurang pakan. Agar bobot pertumbuhannya sesuai harapan. Kecukupan pakan akan mengurangi risiko ayam sakit, badan kurus dan tak tahan cuaca,” imbuhnya.

Baca Juga:  74 Persen Mahasiswa UGM Berasal dari Keluarga Menengah ke Bawah

Untuk memenuhi kebutuhan pakan terutama hijuan, sebelum memulai beternak ayam, Pak Tani lebih dulu menyiapkan lahan tegalan. Lahan yang semula berbatu dan kering kini subur menghijau. Di dekat kandang yang ditunggui, tanaman pepaya berbuah sepanjang waktu. Stok buah pepaya melimpah. Saban hari dipetik dan dicacah dijadikan bahan campuran pakan ayam.

Dari racikan pakan ayam yang dikonsep dan diberikan rutin, pertumbuhan ayam di kandang Pak Tani terlihat merata. Hanya satu dua ayam yang bobotnya masih dibawah standar. “Kemarin jual babon menjelang usia bertelur. Satu ayam bobot sekitar 1,5 kg laku Rp 50 ribu. Jual tujuh ayam. Lumayan bisa mengganti ongkos pakan yang harus beli di toko pakan seperti BR,” ujarnya.

Di kandangnya Pak Tani tengah menyiapkan agar ayam babon yang tersisa segera bertelur. Karenanya belum lama ini ia membeli ayam jago sebagai pejantan. “Jagonya turunan bangkok. Umur sekitar satu tahun. Dapat harga Rp 120 ribu,” terangnya.

Selain beternak ayam, Pak Tani juga membesarkan kambing jawa randu. “Ternak ayam atau kambing skala kecil hingga sedang relatif mudah. Bila mau menjual sebagian ternak juga cukup gampang. Bila butuh uang cepat, tinggal dibawa ke pedagang ayam yang biasa jualan. Pasti pulangnya dapat duit. Harga jual untuk babon atau betina antara Rp 50 hingga Rp 70 ribu perekor. Tergantung bobotnya,” katanya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar