Komisi II Minta Rekanan Tak Hanya Kejar Target Selesai

Komisi II saat meninjau pembangunan LIK logam, pekan lalu. (Foto: Wiradesa)

PURBALINGGA – Komisi II DPRD Kabupaten Purbalingga “mewarning” rekanan yang mengerjakan Pembangunan Tahap ketiga Lingkungan Indutsri Kecil (LIK) Logam, di Kelurahan Purbalingga Lor, kecamatan Purbalingga. Rekanan diminta tak hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan, tetapi harus memperhatikan kualitas pekerjaan.

Hal itu, diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purbalingga Puput Adi Purnomo. “Kami telah melakukan kunjungan ke LIK (Logam Purbalingga). Kami melihat pekerjaan sudah hampir tuntas. Tinggal satu pekerjaan yang belum. Yakni pemasangan IPAL,” ungkap Politisi PKB ini.

Terkait pekerjaan proyek yang belum selesai tersebut, Komisi II mengingatkan agar rekanan tak hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan. Pihaknya berharap kualitas pekerjaan juga diperhatikan, agar bangunan bisa tahan lama dan dimanfaatkan dalam waktu yang lama.

“Jangan sampai hanya karena mengejar target pekerjaan bisa 100 persen sebelum kontrak selesai. Kualitas finishing tidak maksimal. Kualitas harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

Hal itu juga diungkapkan, terhadap rekanan yang mengerjakan pembangunan Purbalingga Food Centre (PFC) di Kelurahan Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga. Rekanan diminta membenahi pemasangan kelistrikan Selter yang tengah dibangun.

Baca Juga:  DPRD Purbalingga Berikan Wawasan Fungsi dan Peran Dewan kepada Siswa SMPN 1

Sebab, dari hasil pantauan Komisi II DPRD Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan, terlihat kabel kelistrikan yang dipasang tanpa pengaman.

“Seharusnya dimasukkan ke dalam pipa PVC. Untuk mengurangi risiko korsleting listrik,” katanya.

Dia menambahkan, Komisi II meminta agar rekanan menambah pengaman tersebut. “Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga, red) menjelaskan di gambar perencanaan tidak ada pengaman. Tapi kami mintaa diadakan, agar tak membahayakan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, secara umum proses pembangunan sudah sesuai perencanaan dan target. “Meski demikian kami minta rekanan memperhatikan jadwal, agar tidak ada keterlambatan ataupun putus kontrak,” jelasnya. (Prima Intan DI)

Tinggalkan Komentar