Menikmati Lagu ‘Nemu’ dan Foto Bareng Burung Hantu di Taman Tebing Breksi

 Menikmati Lagu ‘Nemu’ dan Foto Bareng Burung Hantu di Taman Tebing Breksi

Salah satu pengunjung Taman Tebing Breksi Sambirejo Prambanan Sleman asyik berfoto bersama ‘Sandy’ si burung hantu Sumatera dipandu Badu yang merawatnya. (Foto: Wiradesa)

//Pepujane ati kinaryo kembange wangi.
Sabar sabarno momong aku.

Mugo selawase dadi siji.
Maturnuwun gusti mpun maringi seng gemati//

LIRIK lagu ‘Nemu’ salah satu yang didendangkan dan menghibur para pengunjung Taman Tebing Breksi, Minggu 10 September 2023 sore. Tak hanya menyimak, sejumlah pengunjung pun ikut berjoget mengikuti tabuhan kendang dan iringan orgen. Tembang- tembang hits macam ‘Kandas’, ‘Nemen’ menyusul dinyanyikan memenuhi rekuest penonton di lokasi pelataran amphiteater Taman Tebing Breksi di utara parkiran bus, tak jauh dari pohon beringin dekat pintu masuk utama.

“Kami terus berbenah, menggelar event, melengkapi destinasi termasuk menyuguhkan live musik saat tertentu seperti sore ini di akhir pekan. Itu semua agar pengunjung terhibur dan bisa lebih menikmati suasana senja di Taman Tebing Breksi,” ungkap Mujimin (Pak Je), Ketua Pokdarwis Tlatar Seneng Taman Tebing Breksi, Sambirejo Prambanan Sleman.

Dengan sajian musik dan lagu menjadikan suasana di Taman Tebing Breksi menjadi lebih semarak. Wisatawan tak hanya bisa menyusuri kawasan yang luas, menaiki bukit Breksi, berfoto ketika sampai atas di spot foto yang disediakan, tetapi juga bisa bersantai menikmati aneka kuliner, wisata Jeep, dan menginap di homestay, wisatawan juga bisa berjoget, bernyanyi, dan ada pula yang nyawer. Pengunjung tampak sangat terhibur ketika berkunjung ke Breksi. Hingga pukul 17.00 sore itu belasan bus wisata seolah enggan beranjak meninggalkan lokasi parkir karena para wisatawan masih betah menghabiskan waktu menikmati senja.

Atraksi lain di Taman Tebing Breksi yang dikerubuti pengunjung yakni berfoto bareng burung hantu. Ada sejumlah spesies burung hantu yang bisa diajak foto bareng oleh para wisatawan. Badu, salah satu pemilik burung hantu mengatakan, dia dan komunitas mengarahkan agar burung hantu peliharaannya mau bertengger di tangan pengunjung. Setelah posisi bagus barulah pengambil gambar diberi aba-aba menekan tombol di kamera atau mealui kamera di smartphone mereka.

Baca Juga:  Dikelola BUMDes, Dusun Sabin Jadi Wahana Edukasi Tanaman Anggur

Badu menuturkan, burung hantu miliknya yang ia beri nama Sandy sudah jinak. Bahkan ketika matanya tak fokus dan menoleh ke arahnya terus dibetulkan pakai tangan agar memandang ke arah kamera, Sandy manut-manut saja.

“Ini burung hantu asal Sumatera, umur sudah delapan tahun dan kategori jinak,” tuturnya sembari menjelaskan foto bareng burung hantu, pengunjung tak dibandrol tarif khusus namun boleh mengisi kaleng dengan merogoh kocek sukarela. (Sukron)

Sukron Makmun

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: