Perajin olahan aneka peyek dan kripik “Ricepy” Mindarsih memanfaatkan pekarangan rumahnya di Kagongan, Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menanam Pegagan. Tanaman ini daunnya untuk membuat Kripik Pegagan.
Kripik Pegagan merupakan salah satu produk Ricepy yang laris manis di pasaran. Produk lainnya Peyek Kacang Tanah, Peyek Kacang Ijo, Peyek Dele Ireng (Kedelai Hitam), Peyek Kedelai Putih, Peyek Teri, Peyek Rebon, Peyek Bayem, Legendar, dan Intip.
Harganya antara Rp 50.000 sampai Rp 70.000 per kilogram. Untuk Legendar harganya Rp 50.000 per kg. Sedangkan Kripik Pegagan Rp 70.000 per kg. Karena nilai jualnya yang tinggi dan sangat laku di pasaran, maka Mbak Min menanam tanaman Pegagan di depan dan samping rumah.
Saat wartawan Wiradesa.co berkunjung ke rumah Mbak Min di Kagongan, Kamis 6 November 2025, ibunya dan suaminya menjelaskan tidak semua daun Pegagan bisa dibuat kripik. Jika daunnya bulat mengkilap, rasanya pahit. Maka perlu dipilih daun yang lebar dan tidak mengkilap.
Untuk membuat Kripik Pegagan yang renyah dan rasanya enak gurih, Ricepy punya resep khusus. Resep itu terkait dengan adonan, kualitas minyak, penyiapan bahan (toping), dan pengemasannya.
Adonan diberi bumbu garam, kencur, ketumbar, bawang putih, kemiri dan telur ayam. Setiap adonan untuk satu kilogram peyek diberi satu telur. “Telur itu yang membuat peyek berasa gurih, enak, dan renyah,” kata Mbak Min, panggilan akrab Mindarsih.
Sedangkan untuk menggoreng aneka peyek dan kripik, perajin Ricepy menggunakan minyak berkualitas bagus, minyaknya terlihat bening. “Kami menggunakan minyak Sunco,” ungkap Mas Slamet, suami Mbak Min yang ikut memproduksi aneka peyek dan kripik produk Ricepy.
Untuk topingnya, agar berasa enak juga perlu cara-cara khusus. Misalnya toping Kacang Ijo, harus direndam dulu selama satu hari. Kalau tidak direndam dulu atau langsung digoreng, hasil peyeknya keras. Jika toping kedelai direndam dulu dengan air panas, sekitar 10 menit.

Selain aneka peyek, produk Ricepy yang laris manis di pasaran adalah Legendar. Harganya cukup murah Rp 50.000 per kg. Produk Legendar ini dijual mentah dan matang atau sudah digoreng.
Mbak Min menjelaskan harga Peyek Kacang Tanah, Kacang Ijo, Dele Ireng, Dele Putih Rp 65.000 per kg. Peyek Teri Nasi, Rebon Rp 70.000 per kg. Peyek Bayem 60.000 per kg. Kripik Pegagan Rp 70.000 per kg, Legendar Rp 50.000 per kg, dan Intip Rp 50.000 per kg.
Usaha pembuatan aneka peyek dan kripik yang ditekuni Mak Min dan suaminya ini ternyata hasilnya cukup lumayan. Pendapatannya mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga di perdesaan. Dan yang layak dicungi jempol, perajin ini memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang daunnya bisa dibuat keripik yang laku di pasaran. (Ono)








